by

Oknum PNS Cabul Di Polisikan

AMBON,MRnews.com -Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi Maluku inisial ELW (46), akhirnya dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan), Polres Pulau Ambon,lantaran menyetubuhi, AGL (11) dan CL (10),dua gadis yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD),di rumahnya yang berada di dusun Lima,Desa Toisapu,Kecamatan Leitimur Selatan.

Tersangka menyetubuhi korban A.G.L pada bulan Februari 2017, sekitar pukul 15.00 WIT. Sementara korban CL, tersangka melakukan perbuatan bejatnya pada,Kamis (20/1), sekitar pukul 20.00 WIT. Perbuatan bejat yang dilakuan oleh tersangka kepada dua gadis ingusan itu, didalam rumahya ,di dusun Lima,Desa Toisapu

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Sutrisno Hadi Santoso membenarkan adanya kasus persetubuhan terhadap dua bocah SD yang dilakukan oleh tersangka ELW.

“Jadi terulang kembali kasus pelecehan seksual terhadap dua bocah perempuan. Kedua korban merupakan murid kelas IV salah satu sekolah dasar. Pelaku sendiri merupakan orang dekat korban dan bekerja sebagai PNS. Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan,” ujar Kapolres melalui Kasatreskrim AKP Teddy kepada wartawan Senin (19/3),petang.

Teddy menduga, tersangka menderita Pedofilia yaitu kelainan seksual dengan mencari anak-anak yang masih ingusan sebagai korban.

“Sesuai keterangan saksi-saksi katanya korban menderita penyakit Pedofilia, kelainan orientasi seksual dengan mencari korban anak-anak yang masih dibawah umur sebagai mangsa seksualnya. Saya menduga masih ada anak-anak lain yang jadi korban namun belum terungkap,”Katanya.

Tedy akui sangat bejat perbuatan pelaku yang tega merusak masa depan kedua korban. Ia berjanji dan berupaya semaksimal mungkin memproses hukum pelaku hingga ke Pengadilan.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan atau pasal 287 ayat (1) KUHPidana serta pasal 290 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,”Kunci Tedy.

Sesuai laporan Polisi yang himpun terkait kasus pencabulan ini berawal ketika, korban A.G.L baru pulang belanja di salah satu kios dekat rumahnya. Dalam perjalanan pulang, korban berpapasan dengan tersangka. Kemudian tersangka memanggil korban dan mengajak korban masuk ke rumah tersangka. Saat berada dalam rumah, tersangka yang sudah dirasuki nafsu setan mendudukan korban di kursi. Tersangka kemudian memasukkan tangan ke dalam celana korban meraba kemaluan korban. Saat itu korban bereaksi mengancam tersangka akan melaporkan perbuatan tersangka kepada orang tua korban. Tersangka kemudian melepaskan korban pulang ke rumah.

Perbuatan cabul tersangka ini akhirnya sampai juga ke telinga orang tua korban. Mereka kemudian menginterogasi korban. Ternyata bukan hanya perbuatan cabul saja, korban juga mengaku pernah disetubuhi tersangka. Tak terima anaknya diperlakukan tak manusiawi, ibu korban kemudian melaporkan kasus ini Kamis (15/3) di Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk diproses hukum.

Sementara korban CL (10) juga mengalami perbuatan yang sama dari tersangka. Bahkan perbuatan tersangka menyetubuhi dan mencabuli korban ini sudah berulang kali terjadi di rumah tersangka. Kesempatan tersangka mencabuli korban makin besar karena korban diketahui tinggal di rumah tersangka. Tak Terima anak gadisnya disetubuhi oleh tersangka,membuat ibu korban (RL) akhirnya mendatangi Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polres P.Ambon dan Pp.Lease,Kamis (15/3).(MR-07).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed