AMBON,MRNews.com,- Mengawali pelaksanaan pesta paduan suara gerejani (Pesparani) Katholik Nasional Pertama di Kota Ambon, Maluku, 34 Provinsi di seluruh Indonesia peserta Pesparani memamerkan produk atau jasa unggulan masing-masing pada pameran bertemakan “Maluku expo”, yang berlokasi di lapangan upacara Polda Maluku, Tantui, Jumat (26/10/18).
Sebelum membuka pameran, Wakil Gubernur Maluku selaku ketua panitia Pesparani, Zeth Sahuburua menyampaikan selamat datang bagi semua kontingen dari 34 provinsi, mulai Aceh sampai Papua. Dengan harapan, perjumpaan ini bisa membawa suasana baru dalam rangka meningkatkan persaudaraan. Karena boleh berbeda- beda tapi satu Indonesia.
“Itu harapan, jiwa, dan semangat kita untuk menjadikan Maluku satu kesatuan pemikiran kita. Karena pemerintah provinsi Maluku punya visi dan misi, mantapkan pembangunan Maluku yang aman, rukun, damai, sejahtera dan religius, serta berkepribadian dan demokratis dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan. Inti dari itu kita ingin jadikan Maluku labolatorium kerukunan umat beragama di Indonesia,” ujar Sahuburua. 
Atas dasar itu, kata Sahuburua, tahun 2012, Maluku telah melaksakan MTQ nasional yang sangat berhasil dan tiga tahun kemudian pada 2015 telah menjadi tuan rumah Pesparawi, event nyanyi bagi umat Kristen Protestan dan sangat berhasil. “Dan hari ini kita akan tunjukan kepada Indonesia dan dunia, kita akan melaksanakan lagi Pesparani nasional pertama punya umat Khatolik dan harapan kita semoga berhasil. Dengan kehadiran ibu bapak sekalian dapat memberikan gambaran kuat kepada kita bahwa kita bersatu dan dari sinilah Maluku untuk Indonesia,” ungkapnya.
Dalam expo kali ini, tambahnya akan menampilkan apa yang dihasilkan daerah masing-masing sehingga expo ini tidak sekedar expo biasa, tapi sekaligus ada pertukaran dimana tiap daerah bisa menawarkan hasil yang sangat produktif utuk ditawarkan. Misalnya, Maluku terkenal dengan ikan. Dimana kalau di Maluku ikan mati cuma satu kali, di tempat lain ikan mati berkali- kali.
“Dengan expo ini akan menggambarkan bagaimana potensi Maluku bukan hanya ke laut tapi juga hasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala, yang gemari bangsa Eropa. Dengan expo ini juga kita bisa bertukar informasi, kemudian ada tawar menawar sehingga mungkin akan terjalin bisnis. Itu manifestasi dari tujuan yang ingin kita capai dari Maluku expo tahun 2018 ini,” kunci Sahuburua. (MR-02)
