by

Pemuda Maluku Saat Ini Dalam “Kacamata” Ronny Sapulette

-Maluku-256 views

AMBON,MRNews.com,- Gaya hidup modern menjadi trend dan sangat digandrungi para pemuda idealis. Pemuda saat ini di Maluku, seolah terjebak oleh gaya hidup hedonisme yang menjadi kebutuhan mendasar dan telah melupakan predikat selaku agent of change, agent of social and agent of control.

Segala sesuatu dinilai berdasarkan materi. Pemuda kaya mendapat posisi terhormat. Sedangkan yang hidup tidak berkecukupan sulit, bahkan tidak pernah mendapat posisi.

Suatu realitas yang tidak bisa dipungkiri saat ini, kecendrungan tergerusnya idealisme kepemudaan di Maluku, dari waktu ke waktu. Itulah penilaian pemuda masa kini Maluku dalam “kacamata” seorang tokoh muda asal Maluku yang juga musisi dan advokat di ibukota Ronny Sapulette.

Menurutnya, hal ini sungguh bertolak belakang dengan kondisi aktivis di era 90-an yang menjunjung tinggi intelektual, jiwa patriotik dan profesionalitas dan semangat kebangsaan.

Menurutnya, hal ini sungguh bertolak belakang dengan kondisi aktivis di era 90-an yang menjunjung tinggi intelektual, jiwa patriotik dan profesionalitas dan semangat kebangsaan. Sayang, pergeseran reorientasi berpikir orang muda di Maluku, dari intelektualisme ke materialisme terus alami proses pembakuan.

“Pemuda di Maluku kini sudah kehilangan marwah dan martabat, kharismatik pemuda yang diagung-agungkan itu, tidak lagi terlihat dengan baik. Sudah jarang kita melihat pemuda potensial, sebagai generasi penerus yang konsisten, sebagai pembaharu yang bersungguh-sungguh berjuang mewujudkan keadilan dan kemakmuran,” sebutnya.

Baginya, hari Sumpah Pemuda ke-92 28 Oktober mendatang, harus jadi momentum bagi pemuda Maluku dan Kota Ambon dalam menghadapi tantangan masa depan lewat kerja dan karya nyata dibidang masing-masing.

“Tantangan pemuda Indonesia di Kota Ambon dihadapkan dengan beberapa persoalan. Seperti masalah kebencanaan, pengangguran dan kemiskinan serta Ambon sebagai kota pintar dan kota digital,” ingatnya
dalam diskusi pra-Musda XV dan dialog pemuda jelang hari sumpah pemuda oleh DPD KNPI Kota Ambon di Biz Cafe, Senin (19/10).

Sementara itu, Tahir Wailissa, Ketua Badko HMI Maluku dan Maluku Utara lebih menyoroti pada kinerja pemerintah saat ini yang kurang jujur dan transparan termasuk legislatif.

“Pemerintah dan legislatif, harus jujur berpolitik dalam berbangsa dan bernegara. Khusus buat masyarakat Maluku, yang masih menganut mental budak dan mental mandor, harus dihilangkan,” tegasnya.

Ilham Sipahutar, Ketua DPD KNPI Kota Ambon dikesempatan itu menilai, kendati dalam pandemi Covid-19, tidak membatasi ruang pikir untuk berdiskusi bagi pengembangan anak muda Maluku khususnya di kota Ambon, apalagi menghadapi hari bersejarah bagi pemuda.

“Perlunya keperpihakan pemerintah kepada kaum muda. Tidak ada plot anggaran bagi organisasi kepemudaan, khusus kami KNPI. Tidak ada anggaran dari pemerintah 3 tahun berjalan ini. Kalau mau buat kegiatan kami inisiatif sendiri. Kiranya ini menjadi perhatian pemerintah,” harap politisi Golkar.

Diketahui, diskusi yang mengusung tema bersatu dan bangkit menumbuhkan semangat pemuda yang kreatif, inovatif, mandiri serta berdaya saing ditengah Pandemi, dihadiri beberapa keterwakilan organisasi kepemudaan. Senior KNPI Julius Latumaerissa ikut sumbang saran sebagai referensi bagi anak muda Maluku dan Kota Ambon. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed