by

Pembagian Sembako Bukan Peralihan Isu Video “Marah-marah” Gubernur

AMBON,MRNews.com,- Viralnya video “marah-marah” Gubernur Maluku Murad Ismail terhadap seorang perempuan yang beredar luas disejumlah media sosial, ditanggapi anak buahnya Kasrul Selang, Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku.

Kasrul tegaskan, viralnya video tersebut yang bertepatan dengan acara pembagian sembako bagi masyarakat pra sejahtera oleh pemerintah provinsi, BUMN, BUMD, pelaku usaha, serta instansi terkait bukanlah peralihan isu.

Menurutnya, kejadian di video itu terjadi sudah lama sekira tahun 2019 dan diunggah ulang oleh orang tidak bertanggungjawab dengan tujuan tidak jelas.

“Tidak ada hubungannya dengan pembagian sembako. Pembagian sembako ini bukan peralihan isu, murni kepedulian kepada masyarakat yang sudah direncanakan,” sebut Kasrul disela distribusi 6375 paket Sembako di halaman kantor Gubernur, Kamis (6/5).

Dijelaskan Kasrul, marahnya Gubernur dalam video yang beredar itu terjadi dikala kunjungan Presiden Joko Widodo ke Negeri Tulehu Kabupaten Maluku Tengah sewaktu gempbumi tahun 2019 melanda Maluku.

Saat itu kata dia, iring-iringan mobil Presiden, Gubernur, dan pejabat-pejabat lainnya ingin ke kawasan Darusalam Tulehu Maluku Tengah untuk mengunjungi lokasi gempa dan korban yang mengungsi.

“Ditengah jalan kalau tidak salah, mobil Presiden berhenti untuk menyapa masyarakat. Sedangkan mobil Gubernur dibelakang mobil Presiden. Mobil Gubernur mau maju kedepan tapi dihalang-halangi,” beber Kasrul.

Menurut Kasrul, perempuan yang nampak beradu argumen dengan Gubernur Murad di video itu merupakan salah satu protokol istana Presiden, bukan masyarakat setempat. Hal inilah yang perlu diluruskan.

Namun mengenai lokasi pasti kejadian, Kasrul mengaku tidak tahu tempatnya. Akan tetapi memang video dan kejadian sudah cukup lama dan baru beredar.

“Disitulah terjadi perdebatan. Jadi bukan bentak-bentak. Kebetulan terjadi macet. Daerahnya tidak tahu pasti. Tapi kejadian sebenarnya begitu. Itu video sudah lama sekali, bukan barusan. Jadi tidak usah dipikirkan lah,” jelasnya.

Disinggung apakah video itu sengaja diviralkan orang tidak bertanggungjawab untuk memperkeruh suasana ditengah sorotan tajam publik terhadap kinerja dan kebijakan Gubernur akhir-akhir ini, Kasrul enggan berandai-andai.

“Beta tidak mau berandai-andai. Tinggal nanti masyarakat yang menilai saja,” tukas mantan Kadis PRKP Maluku itu.

Saat ini, Pemda Maluku tambah Kasrul, fokus memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Apalagi mendekati hari besar perayaan Idul Fitri 1442/H.

Karena itu diharapkan kepada masyarakat Maluku jika ada berita, video dan gambar apapun, sebaiknya dikaji dan diklarifikasi kebenarannya sebelum disebarluaskan.

“Yang jelas sekarang Pemda Maluku mendekati hari baik, katong akan memberikan yang terbaik buat masyarakat. Mudah-mudahan kedepan masyarakat juga kalau ada terima berita, video dan gambar harap dikaji baik-baik dan diklarifikasi,” pesannya.

Sebelumnya diketahui, dari video yang beredar berdurasi 30 detik itu, Gubernur Maluku Murad Ismail terlihat memarahi seorang perempuan yang diduga adalah protokol istana ketika iring-iringan mobil Presiden dan rombongan terhenti disalah satu kawasan.

Dalam video itu, Murad naik pitam dan mengeluarkan kata-kata pedas terhadap sang perempuan. “Kamu siapa,” tanya Murad. Sang perempuan pun merespons. “Saya dari istana, kenapa?,” ujarnya.

Jawaban perempuan staf istana itu sontak memantik kemarahan Murad. “Bodoh. Kamu marah-marah kita dari tadi. Nggak boleh kamu larang kita, saya ini pejabat daerah,” singkat mantan Kapolda Maluku itu.

Adu mulut diantara keduanya pun tak terelakan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed