by

Maafkan Teterissa, Murad: Saya Akan Ajak Dia & Orangtuanya Makan

AMBON,MRNews.com,- Gubernur Maluku terpilih, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail ternyata memaafkan pelaku, Nyong Teterissa, netizen yang menebarkan ujaran kebencian (makian) atau hate speech terhadap dirinya via media sosial facebook (FB). Karena baginya memaafkan lebih baik daripada mengurusi masalah tersebut yang bukan kelasnya sebagai seorang Gubernur terpilih dan mantan petinggi kepolisian.

“Soal masalah ujaran kebencian di FB, tadi malam saya sudah suruh Sam Latuconsina bicara dengan Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease untuk saya suruh dikeluarkan saja pelaku dari sel tahanan di Polres. Karena tidak ada gunanya dan bukan kelas saya untuk menghadapi masalah sepele itu,” ujar Murad usai bersilaturahmi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon di Balaikota Ambon, Kamis (4/4/19).

Padahal ditegaskan mantan Dankor Brimob itu, kalau dirinya memakai undang-undang ITE mungkin pelaku ujaran kebencian (hate speech) itu bisa dihukum dua (2) tahun penjara. Tapi itu tidak dilakukannya. Karena menyadari bahwa ujaran-ujaran kebencian seperti itu maki-makian tidak baik di medsos yang dilihat publik luas, lagipula tidak bagus dan tidak mendidik.

“Saya maafkan dia dan mungkin sekali-kali saya mau ajak dia, mama dan papanya makan bersama saya. Tidak ada lapor melapor. Saya sudah maafkan. Tapi kalau misalnya pakai ego, tim hukum kemarin sudah lapor pelaku dan kalau saya suruh Polres pasti tidak ketemu. Sehingga membuat anggota saya merasa tidak enak, mereka tangkap pelaku dan membawa ke Polres. Apa salahnya, tidak ada salahnya dia serahkan ke Polres langsung. Tapi prinsipnya saya maafkan dia,” tandas mantan Kapolda Maluku itu.

Sebelumnya diketahui, Teterissa melakukan cuwitan di facebook dengan menebarkan caci maki terhadap Murad Ismail, Gubernur Maluku terpilih. Dimana cuwitan dengan akun Nyong Teterissa itu isinya, “Murad Menyampaikan Saran Kaya ….(makian) saja. Misalnya kalau dia jadi Gubernur Maluku, Beliau Pindahkan Kota Ambon di Makariki. Selamat seng gila to,” tulis Teterissa dalam cuwitannya itu.

Cuwitan Teterissa, memantik amarah netizen lainnya yang mengomentari cuwitan tersebut secara beruntun di wall FB milik Teterissa. Termasuk pula memantik reaksi dari mantan anak buahnya di Brimob. Mereka bergerak untuk melacak keberadaan Teterissa.

Akhirnya, dia dijemput sejumlah anggota Brimob di Gang Dasilva, Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Selasa (2/4/19) dan digelandang ke Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Teterissa lantas mendekam di penjara. Namun informasinya, setelah tim Murad Ismail mendatangi Kapolres, pelaku telah dibebaskan karena korban (Murad) tidak melayangkan laporan dan telah memaafkan pelaku. (MR-02/AE)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed