by

Gubernur “Serang” Walikota, Netizen Membela & Ungkit “Pede” Corona Mati

-Maluku-5,361 views

AMBON,MRNews.com- Gubernur Maluku Murad Ismail “menyerang” Walikota Ambon Richard Louhenapessy. Mantan Dankor Brimob itu meminta Walikota jangan terlalu cengeng untuk selalu berharap semua bantuan untuk penanganan COVID-19 datang di Ambon dari provinsi.

Bahkan, tak saja “menyerang” lewat kata, Murad malah meminta masyarakat untuk serang balik Walikota Ambon.

“Jangan terlalu cengeng juga tuh Walikota. Semua-semua harus kita. Terus masyarakat juga sedikit-sedikit serang kita. Serang tu Walikota. Dia tangani yang benar nggak (soal corona-red) ?,” kesal Gubernur kepada awak media di kantor Gubernur, Senin (15/6).

Pasalnya Murad mengaku, pihaknya sudah kerja serius dan mengupayakan berbagai bantuan masuk ke Maluku dan menyumbang. “Kita khan sudah sumbang Rapid tes, masker bahkan ventilator pun saya minta sama teman bantu sumbang ke sini. Sekarang lagi alat APD. Ini berarti kita serius betul,” tukasnya.

Mantan Kapolda Maluku itu meminta masyarakat agar ketika ada persoalan dalam penanganan COVID-19 tidak langsung menyerang Gugus Tugas (Gustu) Provinsi sebab Gustu provinsi hanyalah payung.

“Kalau ada apa-apa jangan langsung serang kita punya Gugus Tugas, sebab Gugus Tugas provinsi adalah payung. Yang menangani didepan itu Walikota, Bupati. Karena kebetulan Walikota Ambon ini tidak punya rumah sakit, kita yang punya rumah sakit sehingga kita bantu,” urai Murad.

Gubernur lantas menegaskan, semua daerah memiliki APBD yang sama untuk menangani COVID-19. Bahkan APBD yang dimiliki kabupaten/kota jauh lebih besar dibandingkan provinsi.

“APBD sama, untuk menangani COVID ini semua punya APBD. Dan sama semua APBD itu. Saya punya APBD tidak sebesar mereka punya. Bahkan saya harus bantu 11 kabupaten/kota, bayangkan. APBD saya bisa tangani 11 kabupaten/kota, khan tidak,” jelasnya.

Karena itu, dirinya meminta agar dapat menghargai kerja dokter, perawat dan Gugus Tugas. “Itu kalian, hargai kita dokter-dokter, perawat. Saya dari awal bilang hargailah Gugus Tugas tiap hari rapat tidak pulang rumah,” pintanya.

Namun, “serangan” Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku kepada Walikota, mendapat tanggap Netizen pada sejumlah cuitan dijejaring media sosial Facebook. Mereka membela sang Walikota dua periode itu.

Seperti netizen dengan akun bernama Martinus Langoday yang menulis dilaman facebook miliknya. “Gubernur Murad Ismail ni sandiri yang cengeng pi kasih salah Walikota. Bapa karja saja jangan ajak2 rakyat untuk serang Walikota. Pemimpin apa model begini? sebaiknya saling ciptakan suasana tenang biar rakyat juga tenang,” tulisnya.

Tak kalah, akun bernama Shanty Manuhuttu lantang membela orang nomor satu di kota Ambon. “Beta pung Walikota Ambon sebenarnya lebe layak jadi Gubernur Maluku kalo model Corona bagini”. Senada, netizen dengan nama akun Eltin Tanalepy turut merespons pernyataan Gubernur terhadap Walikota.

“Pernyataan yang sangat tidak arif untuk sekelas kepala daerah. Dalam kondisi seperti ini, bukan lagi soal siapa menyalahkan siap tapi soal siapa yang lebih siap dibanding siap, pak,” cuit Eltin.

Dia lantas menyentil statemen Gubernur beberapa waktu lalu disejumlah media nasional tentang virus corona mati sebelum sampai ke Maluku, karena suhu Maluku panas. “Corona mati disuhu panas. Kiranya Tuhan dan leluhur senantiasa memberkati dan merestui bapak par bangun akang Maluku ni. Ironis,” ujarnya.

Sementara netizen dengan nama akun Bramsen Malakauseya juga tak lantang membela mantan Ketua DPRD Maluku itu. Malahan, Bramsen mengungkit pernyataan Gubernur beberapa waktu lalu dimedia massa nasional tentang virus corona bakal mati sebelum masuk ke Maluku karena suhunya panas.

“Jangan panik pak…. ! Walikota sangat luar biasa dalam menghadapi masalah ini…! Tidak anggap enteng, karena corona tiak mati di suhu panas…!,” celoteh Bramsen.

Sentilan beberapa Netizen itu seiring pernyataan Gubernur Maluku Murad Ismail yang percaya diri virus Corona tak akan masuk ke Papua dan Maluku karena suhu wilayah yang panas, yakni sekitar 39 derajat celcius.

“Kami percaya, Papua dan Maluku itu panas 39 derajat. Corona mati belum sampai disana,” kata Murad santai saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (3/3) sebagaimana dikutip dari laman merdeka.com.

Faktanya, di Provinsi Maluku kini, Senin (15/6) kasus Corona/COVID-19 sudah mencapai 452 kasus, 109 orang sembuh, 11 meninggal dan 332 orang masih terawat. Dimana Kota Ambon terbesar dengan 252 kasus, Buru 16 kasus, Maluku Tengah 42 kasus, MBD 3 kasus, SBB 2 kasus dan SBT 17 kasus. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed