by

27 Persen Warga Maluku Tak Percaya Covid-19, Begini Tanggapan Walikota

-Maluku-228 views

AMBON,MRNews.com,- Berdasarkan hasil survey yang dilakukan badan penelitian, pengembangan kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan telah dirilis pekan lalu, 27 persen masyarakat tak percaya adanya Covid-19 dan itu ada di Provinsi Maluku.

Angka persentase itu menempati peringkat pertama. Hasil survei itu bahkan sudah dipaparkan Satgas Covid-19 nasional dan BNPB di Jakarta pada puncak peringatan bulan pengurangan resiko bencana.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengaku, meski hasil survei itu warga Maluku, namun persepsi masyarakat serta frame media nasional terbentuk ada di Kota Ambon. Persepsi tersebut bisa dipahami dan dapat dibenarkan karena zona merah selalu ada di Ambon, daerah lain di Maluku tidak ada.

“Kondisi yang terjadi tak bisa lagi dijelaskan secara logika tapi ilmiah saja karena orang sudah apriori. Ah nggak benar ini, mereka hanya kerja supaya uang keluar terus. Sejujurnya saya sangat prihatin dengan kondisi ini,” jelasnya di Marina Hotel, Kamis (15/10).

Namun hasil survei itu juga sebutnya, jadi tantangan buat pemerintah kota (Pemkot) Ambon untuk terus lebih hati-hati. “Jangan justru katong sukacita, tidak boleh. Bahaya itu,” ujar Walikota disela penyerahan bantuan dana operasional pelayanan bagi gembala sidang PGLII dan PGPI se-Kota Ambon.

Pemkot Ambon dikatakan, tidak punya rumah sakit untuk merawat pasien. Konsekuensi terhadap hal itu, Pemkot harus menyewa tiga hotel dengan biaya sewa 1 miliar setiap bulannya bagi 900 lebih pasien positif, diluar makan, obat-obatan dan lainnya.

Bahkan, sejak kasus konfirmasi positif di 22 Maret, tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Ambon yang bekerja hingga Agustus lalu tidak pernah dapat insentif. Hanya karena pengabdian menjalankan sumpah mereka sebagai Nakes. Karena itu telah ditegaskan juga ke pemerintah pusat agar tidak ada insentif daripada nanti jadi masalah.

“Padahal mereka bekerja dengan sukacita, ikhlas. Agar tidak jadi sorotan seakan-akan ini dimanipulasi, dimanfaatkan. Orang tidak pernah lihat bagaimana pengorbanan mereka. Saya selalu bilang ke semua Nakes, kerja dengan hati. Karena kalau makan uang Covid-19, saudara punya anak-anak tidak selamat,” bebernya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed