AMBON,MRNews.com,- Menuju bonus demografi 2030, pemuda Maluku dan Kota Ambon dituntut untuk terus kreati, kritis dan inovatif terhadap segala perkembangan zaman yang terjadi. Jika tidak, maka pemuda akan tergilas oleh arus global yang sangat kuat. Dan focus group discussion (FGD) oleh sejumlah elemen pemuda memperingati hari sumpah pemuda ke 90, 28 Oktober mendatang, yang menuntut peran generasi milenial Maluku menghadapi era itu, patut diapresiasi sebagai langkah awal.
“Pemuda dan mahasiswa sudah sangat kreatif dan kritis, mengembangkan posisi link dirinya untuk menjemput bonus demografi di tahun 2030. Saya apresiasi sekali kegiatan ini karena sangat positif dan harus direspon semua kalangan baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Karena dalam bonus demografi itu ada tanggungjawab pemerintah memfasilitasi tingkat produktivitas lebih besar dari usia non produktivitas. Pemerintah harus hadir menjembatani dan memfasilitasi kepentingan itu,” tandas Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono usai menjadi narasumber pada FGD tersebut di Balai Rakyat DPRD, Jumat (26/10/18).
Kreativitas mereka kata Latupono, merupakan sikap kritis pemuda dalam mengisi pembangunan. Sehingga pada tataran ini, pemerintah harus menjadi media, untuk memfasilitasi era bonus demografi ini dan DPRD sebagai perpanjangan tangan pemuda, mahasiswa dan rakyat akan siap memfasilitasi dalam berbagai event maupun kegiatan yang intinya bagi kepentingan pemuda dan daerah menuju era bonus demografi.
“Bisa saja peran DPRD itu dalam menyiapkan regulasi-regulasi sesuai dengan kepentingan bonus demografi, dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat dimana pemuda dan mahasiswa ada didalamnya. Saya kira ini awal kegiatan yang positif, DPRD harus respons dan membuka diri untuk hal-hal demikian. Luar biasa pula atas atensi pemuda dan mahasiswa dalam FGD,” tukas Latupono yang juga sekretaris DPC Gerindra Kota Ambon itu.
Ketua panitia FGD, Neira Takartutun pun mengaku, FGD ini dibuat selain momentum pemuda dan mahasiswa merefleksi awal kelahiran bangsa Indonesia lewat sumpah pemuda, tetapi juga upaya membangun dialektika ide dan gagasan diantara pemuda dan mahasiswa, dalam kesiapan menghadapi era bonus demografi 2030. Selain Latupono, FGD juga menghadirkan Kabid Pemberdayaan Pemuda Maluku, Egmon Sinay; Sekretaris GP Ansor Maluku, Mashuri Maswatu dan Wakil Ketua DPD KNPI Kota Ambon, Mujahidin Ningekeula sebagai narasumber. (MR-02)
