by

Ketua DPD PDIP Maluku Siap Jadikan Kader PPP Bupati Buru

AMBON,MRNews.com,- Meskipun Pilkada Kabupaten Buru masih tiga tahun lagi, akan tetapi Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Murad Ismail sudah nyatakan sikap dukungan dan siap menjadikan kader partai lain dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Azis Hentihu sebagai Bupati Bumi Bupolo.

Tak tanggung-tanggung, sikap dukungan tersebut diutarakan Murad dalam forum Musyawarah Wilayah (Muswil) IX PPP Maluku di Swissbell Hotel Ambon, Jumat (18/6) malam.

Bahkan komitmen itu, diakui Murad, sudah diperbincangkan dengan ketua umum PPP yang juga Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat dua hari melakukan kunjungan kerja ke Maluku.

“Saya dengan ketua umum PPP pa Suharso berbicara sangat banyak tentang PPP di daerah ini,” jelas Murad.

Kepada Suharso, Murad lantas berjanji walau dirinya adalah ketua DPD PDI Perjuangan Maluku namun partai-partai lain termasuk PPP harus juga menjadi kepala daerah, Bupati/Walikota di Maluku, tidak hanya PDI Perjuangan yang mendominasi.

“Saya janji kepada beliau walau saya ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, tidak harus 11 Kabupaten/Kota PDI Perjuangan yang menjadi Bupati/Walikota. Ada partai-partai walau partai kecil, saya akan berusaha untuk mengangkat mereka menjadi kepala daerah,” tegas mantan Dankor Brimob Polri itu.

Salah satu yang akan diperjuangkan Murad menjadi kepala daerah yakni di Kabupaten Buru adalah kader sekaligus Sekretaris Wilayah PPP Maluku Azis Hentihu.

“Salah satunya saya nyatakan hari ini disini (Muswil PPP-red) saudaraku Azis Hentihu akan saya jadikan Bupati Buru. Dan saya suruh dampingi ketua DPC Buru untuk menjaga saudara Azis,” tukasnya.

Baginya, sikap dan komitmen menjadikan Hentihu yang juga anggota DPRD Maluku sebagai Bupati di Bumi Bupolo itu sudah bulat. Dirinya lantas ingatkan tidak boleh ada penghianatan dalam proses politik tersebut.

“Saya bukan tipe orang yang ngomong pagi lain, sore lain dan malam lain. Apa yang saya ngomong itu yang saya lakukan. Kecuali ditengah-tengah perjalanan ada penghianatan-penghianatan yang harus kita habiskan,” ingat Murad.

Semua ini sambung Murad, butuh proses. Partai ini (PPP-red) bisa besar, asal jangan ada penghianatan didalam partai. Sama dengan satu pasukan perang, bisa kuat kalau tidak ada penghianat didalamnya.

Sebagaimana cerita Ken Arok dengan kerajaan Singosari yang tidak bertahan lama, karena membuat kerajaan diatas kerajaan.

“Saya bercerita banyak dengan saudaraku Azis Hentihu, yang adalah Raja besar di Pulau Buru dan saya punya trah Raja dari Jazirah Leihitu juga pelopor panglima perang di Jazirah Leihitu. Kita tidak punya jiwa pengkhianat. Kalau kita punya jiwa pengkhianat, maka buanglah jauh-jauh trah Raja dan Kapitan dari kita,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed