Wawali : Semua Peserta SIDAYR 2019 Adalah Pemenang

AMBON,MRNews.com,- Spice Island Darwin-Ambon Yacht Race (SIDAYR) 2019 telah usai seiring trophy presentation bagi 10 peserta di Hotel Tirta Kencana, Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (10/8/19). Semua peserta (perahu dan skipper) pun dinilai wakil walikota Ambon, Syarif Hadler adalah pemenang, juara. Meski pasti dalam setiap lomba ada menang dan kalah. Selain dapat trophy oleh pemenang SIDAYR, para peserta pun mendapat voucher belanja di beberapa gerai yang telah ditunjuk.

Rasa syukur pun terucap sebab event itu bisa tuntas meski banyak terdapat kekurangan dan kelemahan, sembari berharap para peserta kembali berlayar ke Darwin dapat memberi tahu tentang Kota Ambon dan mengajak lebih banyak teman, rekan dan keluarga sebanyak-banyaknya untuk mengikuti event ini pada tahun-tahun mendatang.

“Kita bersyukur lomba ini berjalan aman dan lancar serta beberapa kegiatan dengan warga dan anak-anak di beberapa hari terakhir. Saya harapkan dapat menikmati Ambon dengan segala bentuknya. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kelemahan dari pemerintah, komite maupun pihak lain yang turut membantu. Semua ini akan jadi bahan evaluasi kita di tahun-tahun depan. Sekembali ke Darwin, saya harap saudara-saudara dapat mengajak lebih banyak teman, rekan dan keluarga sebanyak mungkin mengikut event ini tahun depan,” ungkap Hadler.

Committe sister city Ambon-Darwin, Aron Setter mengatakan, ini tahun ke 30 sister city Ambon-Darwin berjalan. Dimana sejak 1976 lomba SIDAYR dimulai, jauh sebelum sister city terbentuk. Tahun 1977, ada 9 kapal ikut dan berlabuh di Halong, kemudian pindah ke Amahusu yang pantainya bagus, keramahan masyarakat, pemerintah, komunitas dan semua pihak saling dukung. “Sister city ini juga tidak saja bentuknya lomba perahu layar, tapi ada kerjasama dengan SMA Siwalima, dimana akan dua guru tiap tahun akan dikirim ke Darwin untuk sekolah. Ini programnya sangat bagus,” ujarnya.

Perwakilan Konjen Australia di wilayah Indonesia Tengah dan Timur, Arnold mengaku SIDAYR ini acara hebat sebab kegiatan serumit tapi bisa berjalan baik sejak 1976. “Ini pertama kali saya terlibat. Untuk menjaga hubungan ini, sangat penting membangun komunikasi terus dan dapat dikembangkan ke bidang lain seperti pendidikan, ekonomi. Saya jarang lihat orang Austrlia sebanyak ini di Ambon, ini luar biasa. Semoga sister city Ambon-Darwin terus terjaga,” harapnya.

Sementara, Ketua Dinah Beach Cruising Yacht Association Joy Eggenhuizen tegaskan, pihaknya bersepakat mengapresiasi pemerintah, komite, Ambon Sailing Community (ASC), CIQP, masyarakat dan semua pihak yang bekerja sangat luar biasa dan sukses. Sebabnya, jika wakil walikota menyebut ada kekurangan dan kelemahan, tapi itu tidak diterima atau ditolak, karena semua berjalan sangat baik. Harapannya di tahun mendatang, peserta akan bertambah dari tahun ini hanya 10. ” Fakta unik event ini, ada 8 bapa-anak dari Antipodes, Colie, Wallop, Liquidity II. Mudah-mudahan tahun depan ada ibu dan anak perempuan ikut,” ujarnya sebelum umumkan pemenang.

Disela momen itu, ketua ASC Nicko Tulalessy memberi plakat relationship award bagi tiga pelayar yang rutin ikuti SIDAYR, selalu menjalin hubungan baik dan dikenal warga kota khususnya warga Amahusu yaitu Rich Setter, Brad Hall dan Cornelio Olis. “Kita bersyukur Ukulele jadi program terbaik di Keduataan Besar Australia dan saya baru selesai presentasi di Bali. Ini berkat dukungan luar biasa dari warga Australia dan telah menyumbang 30 Ukulele untuk Amboina Ukulele Kids Community Amahusu. Ini wujud kita semua suka Ukulele dan mendukung hubungan saudara dengan kota Ambon umumnya dan Amahusu khususnya,” tukas Nicko.

Untuk diketahui, kapal layar Colie berbendera Australia dengan skipper Doug Salis tampil sebagai juara umum SIDAYR 2019. Colie masuk finish di pantai Negeri Amahusu, Selasa (6/8/19) pukul 16.44 WIT setelah start dari Darwin – Australia, Sabtu (3/8/19) pukul 10.00 waktu setempat atau 09.30 WIT, mencatatkan waktu 76 jam, 53 menit, 22 detik, lalu dikoreksi menjadi 82 jam, 53 menit, 13 detik. Selain juara umum, Colie juga menjuarai kategori Cruising Monohull yang diikuti 6 kapal layar.

Sementara juara kategori Cruising Multihull diraih Cockatoo dengan skipper Deb Hallet. Kategori ini diikuti 3 kapal layar selain Cockatoo ada Pseudorca dan vitamin B. Vitamin B juara kedua. Di kategori IRC Racing hanya diikuti Antipodes kapal layar berbendera Hongkong dengan skipper Geoff Hill, atau satu-satunya kapal layar yang bukan berbendera Australia. Antipodes masuk finish Senin (5/8/2019) pukul 19.44 WIT, mencatatan waktu 58 jam 14 menit 56 detik, terkoreksi menjadi 80 jam, 23 menit. Maka Antipodes pun merebut trophy Line Honours (kapal layar paling cepat masuki finish). (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *