by

Pasutri Warga Saparua versi Rapid Test Positif Covid-19

-Maluku-31,767 views

AMBON,MRNews.com,- Setelah sebelumnya nenek 74 tahun berdasarkan versi Rapid test atau tes cepat hasilnya positif, kali ini pasangan suami istri (Pasutri) warga Saparua Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sesuai versi Rapid tes yang dilakukan oleh tim medis di Saparua hari ini, Minggu (5/4) menunjukkan keduanya positif Covid-19.

“Tadi sore (Rapid test). Jadi sore tadi, kita dapat informasi ada 2 PDP kita di salah satu kecamatan tepatnya di Saparua. Dari hasil Rapid Test menunjukkan reaktif berarti positif covid-19. Kedua orang itu merupakan pasangan suami istri” jelas Ketua harian gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang kepada awak media di kantor Gubernur, Minggu (5/4).

Kedua pasien Pasutri itu kata Kasrul, warga asli Saparua yang sekarang sudah diisolasi ke RS Saparua. Riwayat perjalanan keduanya dari Raha Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu dan tiba di Kota Ambon antara 18 atau 19 Maret. Mereka merasa sesak napas dan seterusnya.

“Mereka dari Raha dan tiba di Ambon lalu ke Saparua beta tidak ingat pasti, 18 atau 19 Maret tadi informasinya. Nanti besok datang baru katong tahu informasi lebih detail. Yang jelas sore tadi petugas kita sudah pergi menuju Saparua untuk mengevakuasi Pasutri PDP itu. Mereka sementara di rumah sakit di Saparua,” kata Kasrul.

Meski hasil Rapid tes positif tapi secara medik hasil tes itu harus terkonfirmasi lagi dengan PCR dari Labkes di Jakarta. Tidak lagi di Kemenkes untuk Maluku dalam pemeriksaan swab. Sebab tingkat keakuratan Rapid memang tidak seperti swab, jadi masih sekitar 80 persen benar tidaknya. Sementara swab akurasi tepat hasil 92 persen. Namun kedua pasien diperlakukan sebagaimana pasien yang positif.

“Rapid test positif maka kita akan konfirmasi lagi dengan PCR yang akan kita lakukan besok. Semoga lancar. Mungkin setelah tiba besok, istirahat sebentar, sore katong sudah bisa kirim swab. Jadi tetap sampai disini mereka diisolasi lagi. Sambil katong menunggu hasil swab testnya. Kita berdoa, mudah-mudahan hasilnya besok kita kirim dua PDP itu saja. Karena PDP yang lain kita sudah kirim tadi,” tuturnya.

Bersama dengan mereka (Pasutri-red) dikatakan, ada 4 atau 5 orang didalam rumah yang sekarang sudah diisolasi di rumah sakit juga. Kondisi mereka kalau misalnya dengan Rapid test lagi positif maka tim akan bawa semuanya ke Ambon. Soal besok dan kapan tergantung dokter.

“Saya sudah informasikan kepada petugas disana, yah tergantung dokter. Kalau misalnya kondisinya lebih buruk, mungkin lebih cepat lebih baik. Jadi kita tidak ambil swab disana, nanti swab disini saja. Kita tes yang keluarga didalam rumah. Karena mereka melakukan perjalanan itu ada beberapa orang didalam rumah, tidak hanya suami istri itu saja,” tukas dia.

Terkait RS di Ambon mana yang akan mengisolasi Pasutri itu nantinya, Kasrul enggan beberkan.

“Jadi kembali lagi kita memperlakukan mereka seperti pasien positif seperti oma di RST. Semua petugas sudah pakai baju APD lengkap, bahkan kru semuanya juga dan segala macam dengan APD. Yang pasti sudah ada rencana diisolasi di RS yang di Ambon,” ujarnya.

Dirinya berharap agar masyarakat tidak melihat pasien ODP, PDP maupun positif secara berlebihan dan akhirnya ada stigma negatif.

“Mereka itu saudara kita yang kebetulan melakukan perjalanan dan sekarang kita Rapid tes positif. Jadi bukan berarti kita takut yang berlebihan atau memberi stigma negatif yang berlebihan terhadap pasien, keluarga. Toh kita menangani mereka sesuai prosedur kesehatan,” ajak Kasrul. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed