Walikota: Jawab Kritikan, Dengan Kerja Nyata

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy meminta semua aparatur pemerintah kota (Pemkot) Ambon baik pimpinan OPD maupun ASN termasuk di kecamatan, kelurahan, desa atau negeri bahkan kepala sekolah dan guru, untuk terus kerja, kerja, kerja secara nyata guna menjawab kritikan yang terus berdatangan tiada henti dari berbagai pihak kepada pemerintah baik langsung maupun melalui media sosial.

“Kita bersyukur atas segala keringat, darah dan airmata semua kita, tak hanya Walikota atau Wawali, sehingga Ambon mendapat begitu banyak award pada perjalanan beberapa tahun ini. Tentu ini berkat dukungan semua elemen tanpa kecuali termasuk masyarakat. Karena itu, kerja, kerja, kerja secara nyata saja. Tidak usah hiraukan atau memikirkan kritikan. Jawab kritikan dengan kerja nyata. Banyak hal, tak usah kuatir, tak usah hiraukan,” tukasnya saat apel pagi dan pencanangan HUT ke-444 Kota Ambon di gong perdamaian dunia, Senin (5/8/19).

Menjadi pemimpin di era sekarang sebutnya, jauh lebih berat daripada 10 tahun lalu. Dimana dulu, pengawasan hanya dilaksanakan internal DPRD maupun inspektur, eskternal lewat media massa. Tapi sekarang selain ketiganya, rakyat juga mengawasi pemerintah secara langsung lewat handphone. Maka salah sedikit sja, langsung viral di media sosial. Tetapi jika semua bertekad, kerja, kerja, kerja untuk kepentingan rakyat, maka pasti prestasi akan diukir dalam seluruh kinerja. Tanpa menghiraukan kritikan dan hujatan yang datang, lewat kerja nyata.

“Ibarat ini kelompok Pemkot berjalan disatu sisi, ada juga kelompok pengkritik jalan disisi lain. Keduanya jalan sama-sama. Kalau saudara terjebak omongan mereka, saudara akan berbalik arah dari kita dan kita akan kehilangan waktu untuk menyelesaikan tugas kita. Kerja saja, sama-sama jalan. Pada waktu selesai, baru mereka akan belok, oh iya itu betul. Nggak usah hiraukan. Maka dengan semua yang kita lakukan, kiranya akan memberi dampak kesejahteraan bagi masyarakat, sehingga obsesi kita menjadikan Ambon kota musik, kota ikan dan kota damai dapat terwujud,” tukas Louhenapessy.

Dirinya lantas menyebut, kritikan bahwa Pemkot Ambon ronda-ronda ke luar, itu yang menghasilkan kementerian PUPR memberikan bonus 100 rumah tambahan untuk masyarakat berpengasilan rendah (MBR) direnovasi. Juga menghasilkan pasar Mardika akan direnovasi total dengan anggaran Rp 150 miliar menjadi pasar modern pada tahun 2020. “Kalau Pemda cuma duduk-duduk saja, sampe ayam pakai sepatu pun tidak bakalan terjadi. Oleh karena itu, kerja, kerja, kerja. Tidak usah hiraukan,” tegasnya.

Louhenapessy pun mengingatkan, agar tetap bangun solidaritas, persatuan dan kesatuan diantara semua elemen sebab itu sangat penting. Upaya itu terlihat dari proses yang terjadi sekarang dalam pencanangan HUT ke-444 Kota Ambon yang melibatkan semua pihak. Dengan bersatu, apapun juga yang datang, tidak akan mampu menghadang.

“Ada goyonan dulu yang dibangun Gus Dur sarat makna, dengan kategori empat kelompok. Kelompok pertama; sedikit bicara, sedikit kerja ada pada negara Angola dan Afrika, kedua; sedikit bicara, banyak kerja ada di Jepang dan Korsel, ketiga; banyak bicara, banyak kerja di USA dan China dan keempat; banyak bicara, sedikit kerja di Pakistan dan India. Orang Indonesia, tidak masuk di empat kelompok itu. Sebab apa yang dibicarakan berbeda dengan yang dikerjakan. Tukang-tukang kritik masuk di kelompok ini. Jadi jalan saja. Mari kita sedikit bicara, banyak kerja. Sebagaimana yang dikehendaki bapak Presiden Jokowi,” pungkasnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *