Siswa/i Korban Gempa Senang Dapat Bantuan Dari Mendikbud
AMBON,MRNews.com,- Siswa-siswi PAUD hingga SMA se-derajat yang menjadi korban gempabumi Maluku terlihat sangat senang dan sukacita saat didatangi dan mendapat bantuan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dalam kunjungannya guna melihat sekolah yang rusak akibat gempa di SMA Negeri 4 Salahutu Desa Liang, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Senin (30/9/19).
Senang bercampur haru-nya siswa-siswi bahkan para guru tatkala diterpa gempabumi dan masih dalam kondisi mengungsi, tetapi disambangi orang nomor 1 di sektor pendidikan dan kebudayaan untuk mendengar keluhan dan kondisi mereka. Bahkan, hadirnya Mendikbud pun tercatat merupakan orang pertama pemerintah pusat yang datang ke sekolah itu maupun Desa Liang, selain kepala BNPB Doni Monardo yang juga telah datang sehari sebelumnya ke camp pengungsian.
Mendikbud pada kesempatan itu menyerahkan bantuan berupa peralatan sekolah bagi siswa SD-SMA, alat-alat bermain bagi 46 PAUD yang diterima secara simbolik oleh dua guru PAUD dan empat siswa. Selain itu, guru yang terdampak gempabumi pun akan diupayakan ada bantuan yang digunakan untuk insentif agar mereka segera mengajak anak didiknya untuk kembali ke sekolah. Sebab datanya masih belum akurat dan perlu ada validasi lebih lanjut.
Selain datangi SMA Negeri 4, Mendikbud juga menyambangi SMA Negeri 1 Salahutu. Dirinya pun memastikan bakal memperbaiki seluruh sekolah dari SD-SMA/SMK se-derajat di Maluku yang terkena dampak kerusakan akibat gempabumi berkekuatan 6,5 SR Kamis (26/9) lalu.
“Saya dengan pa Gubernur upayakan rehabilitasi sekolah yang rusak lewat Kemendikbud. Demikian juga SD dan SMP kita akan dikordinasi dengan bupati/walikota. Untuk bangunan SMAN 4 dan SMA 1 Salahutu tidak rusak parah, hanya butuh rehab saja,” ujar Mendikbud kepada awak media.
Muhadjir mengaku akan kordinasi dengan kementerian PUPR untuk melihat struktur gedung sekolah yang tergolong rusak berat untuk ditangani. Sementara rusak ringan menjadi kewenangan Kemendikbud untuk direhab. Sedang dicari pos anggarannya sebab pemerintah punya komitmen karena gempa penanganannya jadi program pemerintah sehingga kalau ada hal-hal urgen seperti ini maka harus dicari solusinya. Tapi secara umum sekolah-sekolah yang terdampak gempa disini Maluku Tengah dan Kota Ambon masih layak digunakan untuk proses belajar mengajar.
“Karena itu sekarang sedang didata. Semua sekolah dari SD-SMA/SMK se-derajat pasti kita bantu perbaiki atau rehab. Supaya anak-anak bisa masuk sekolah lebih cepat. Atau minimal buat tenda sementara untuk proses belajar mengajar bisa berjalan. Anak-anak tidak boleh terlalu lama dibiarkan tidak sekolah. Mereka harus sekolah. Tidak usah khawatir. Intinya tidak boleh tidak sekolah, harus sekolah jalan” sebut Muhadjir. (MR-02)

 

 

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *