Pohon Pule Jadi Contoh Gerakan Lorong “Kebun Beta”

AMBON,MRNews.com,- Lorong Pohon Pule, RT 002/RW 004, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon menjadi satu dari lima (5) lorong di Kota Ambon yang menjadi percontohan program kemandirian dan ketahanan pangan gerakan lorong “kebun beta”, kerjasama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Bersama lorong di kelurahan Uritetu kecamatan Sirimau, lorong Desa Poka kecamatan Teluk Ambon, lorong desa Latta dan lorong Negeri Passo, kecamatan Baguala.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy melakukan pencanangan gerakan tersebut dengan penanaman secara simbolis beberapa anakan sayur-sayuran, cabai dan bawang, bersama Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi, Asisten II Setda Kota Ambon, Camat Sirimau, Lurah Ahusen, Ketua RT setempat. 

Selain pencanangan, juga dilakukan pemberian simbolik alat pertanian kepada perwakilan lima RT pemilik lorong percontohan di Kota Ambon dan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara KPw BI Provinsi Maluku dan Walikota. 

Walikota pada kesempatan tersebut memberi apresiasi kepada KPw BI Maluku yang sangat peduli dan perhatian terhadap perkembangan masyarakat di Kota Ambon. Terutama pada sektor tanaman pangan, dalam menekan inflasi daerah lewat program ini. Tentu dengan sebuah pesan, bahwa selain nilai estetika, tetapi lorong-lorong yang bersih dan rapih harus memberi nilai tambah secara ekonomis bagi masyarakat. Karenanya, obsesi Pemkot untuk para lurah, benahi lorong dengan warna warni mural, seni lukis edukatif, yang berdampak pada psikologis masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Fasilitasi tanaman pangan dalam skala besar, bisa datangkan pendapatan bagi masyarakat. Terpenting usaha dan ketekunan. Dengan begitu, kita bisa jadi contoh untuk provinsi Maluku dan kabupaten/kota lain bisa datang belajar dari kita. Saya apresiasi dan terima kasih atas program ini. Mimpi kita mulai jadi nyata. Juga mimpi agar sungai-sungai tetap bersih, yang perlu kesadaran semua elemen dan masyarakat. Gerakan lorong kebun beta di Pohon Pule jadi stimulan bagi kita dan masyarakat, lurah dan kelompok masyarakat. Mari manfaatkan hal ini untuk mendatangkan nilai positif bagi masyarakat,” terangnya. 

Kepala KPw Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi menambahkan, gerakan lorong kebun beta merupakan gerakan pada lorong-lorong, tindaklanjut program kebersihan lorong yang telah dilaksanakan Pemkot Ambon. Juga gerakan bersama secara mandiri dan terintegrasi antara pemerintah dan pihak lain terutama masyarakat pengguna lorong dalam lingkungan, untuk lebih efisien dan efektif menjadikan lorong yang sudah bersih, tapi menjadikan lorong ruang terbuka hijau asri dan produktif.

Juga, sebagai tempat menghasilkan kebutuhan pangan, sayuran, buahan, bumbu-bumbu serta bahan tanaman obat keluarga yang ramah lingkungan. Kebutuhan masyarakat di musim tertentu meningkat, tapi pasokan bahan pangan belum pasti karena tergantung cuaca. Padahal faktor inflasi karena stok pangan.

“Gerakan ini sebagai upaya selain kebersihan lingkungan terjamin tapi juga ketahanan pangan dan inflasi terkendali dengan kebutuhan pangan (sayur, bawang, cabai dan lainnya) tersedia. Sinergitas ini harus terjalin baik. Karena gunanya, menambah nilai pendapatan keluarga dari hasil yang dicapai dari lorong, menciptakan kreatifitas masyarakat untuk menggunakan berbagai bahan sampah menjadikan media tanaman dan pupuk organik maupun pestisida organik,” demikian Bambang. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *