Pertama Kali, UNBK SMAN 1 Leibar Diikuti 58 Siswa

AMBON,MRNews.com,- Sebanyak 58 siswa SMA Negeri 1 Leihitu Barat (Leibar), Kabupaten Maluku Tengah menjalani proses Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2018/2019, yang dimulai Senin, (1/4/19) hingga Senin (8/4/19). 58 siswa tersebut dengan rincian 20 siswa MIA dan 38 orang IS. Peserta bakal diawasi oleh pengawas ruang dari SMA Negeri 4 dan 5 Leibar. UNBK dibuka Kepala Seksi Kurikulum SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Selly Pelupessy, didampingi Kepala Bidang Ketenagaan, Dominggus Patty.

Kepala SMA Negeri 1 Leihitu Barat, Thobita Dias/Tipawael saat dijumpai disela-sela UNBK mengatakan, UNBK akan berlangsung selama empat hari dengan mata pelajaran (Mapel) yang diujikan berbeda-beda. Namun terpusat pada satu ruang ujian yang terbagi pada tiga sesi tiap harinya, dengan durasi per sesi dua jam. Dimana tahun ini pertama kali dilaksanakan UNBK, setelah tahun-tahun sebelumnya masih ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP).

Untuk hari pertama UNBK, Mapel yang diujikan Bahasa Indonesia. Sementara hari kedua, besok Matematika dan hari ketiga Kamis, 4 April Bahasa Inggris. Sedangkan hari keempat Senin, 8 April yakni mata pelajaran pilihan untuk masing-masing jurusan yang berbeda pada setiap anak. Jadwal itu sesuai yang diturunkan dari kementerian. Pasalnya di tanggal 3 April itu tanggal merah yang jadi hari libur nasional sedangkan tanggal 8 April bertepatan dengan hari Jumat, ada sholat dan waktunya singkat akibat terpotong waktu sholat. Sementara ujian sampai sore sehingga dialihkan ke tanggal 8.

“SMA Negeri 1 Leibar sudah terapkan K-13 dan UNBK tahun 2019 ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan selama adanya sekolah ini, diikuti 58 siswa. Meski hanya memakai 20 unit komputer dan dua cadangan total ada 22 unit, tetapi Puji Tuhan sangat terbantu dan sejauh ini lancar. Kita berusaha maksimal meski hanya 22 unit komputer. Apalagi jaringan internet dan listrik juga sejauh ini masih aman dan harapannya hingga selesai UNBK di tanggal 8 April tidak ada masalah dan berakhir manis, lancar,” tandasnya.

Dengan hasil simulasi, ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan gladi jelang UNBK, Dias optimis 58 siswa-siswinya dapat mencapai target maksimal yakni lulus 100 persen. Apalagi karena baru mulai dilaksanakan, maka UNBK tahun ini bisa jadi batu loncatan mengukur setiap proses yang terjadi dan dijalani. “Maka itu kita coba. Nanti akan dievaluasi terus, dirubah apa yang kurang dengan strategi yang kita terapkan, sehingga diperbaiki tiap tahun agar jadi semakin lebih baik,” tutur alumnus Unpatti itu.

Karena itu, dirinya berharap, kedepan ada perhatian Pemerintah Provinsi dalam hal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar bisa memperhatikan penambahan sarana prasarana ruang lab untuk UNBK dan komputer guna menunjang UNBK tahun 2020. Pasalnya keberadaan siswa kelas XI saat ini yang jumlahnya 99 orang dan tahun depan mereka naik ke kelas XII, tentu tidak maksimal jika hanya memakai 22 unit komputer dan satu ruang lab.

“Asumsinya, 22 unit dan satu ruang lab berbanding 99 siswa tidak relevan. Maka kita harap ini jadi perhatian Pemprov lewat dinas agar kedepan menambah satu ruang lab dan minimal tambah 13 unit komputer lagi,” kuncinya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *