KLHK Gandeng Pemkot Sosialisasi Pengembangan Bank Sampah

AMBON,MRNews.com,- Guna mendukung sirkular ekonomi masyarakat di kota Ambon, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI lewat Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah PSLB3 menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk melakukan sosialisasi pengembangan bank sampah kepada stakeholder terkait termasuk komunitas peduli sampah, mahasiswa, OKP di Manise Hotel, Rabu (27/3/19).

Sosialisasi ini juga sejalan dengan target Indonesia bebas dari sampah tahun 2025 dan Kota Ambon bebas sampah tahun 2022. Apalagi, dengan sampah bisa membantu pengembangan ekonomi masyarakat jika lewat proses daur ulang dan dikelola secara baik untuk jangka panjang. Kecuali sampah plastik yang sulit diproses ulang dan butuh waktu lama agar hancur.

Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler saat membuka kegiatan tersebut menyatakan, Ambon adalah sebuah kota sedang yang berada di pulau kecil dengan luas wilayah 377 km, luas daratan 359,45km yang didiami kurang lebih 400.000 jiwa dengan tingkat aktifitas masyarakat cukup tinggi karena sebagai ibukota Provinsi Maluku, Ambon juga menjadi pusat aktifitas pemerintahan, pendidikan dan bisnis ekonomi dari kabupaten/kota di Maluku.

Salah satu dampak dari hal tersebut, diakuinya, jumlah timbunan sampah di Kota Ambon diproyeksikan akan mencapai angka 98.029 ton atau sebesar 268.57 ton per hari, dan akan terus mengalami kenaikan sejalan dengan laju pertumbuhn penduduk di Kota Ambon serta gaya hidup masyarakat seperti lazimnya masyarakat Indonesia umumnya, dengan estimasi timbunan sampah per kapita sebesar 0,7 kg/hari.

“Sampah telah menjadi salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh Indonesia dan Kota Ambon, terutama sampah plastik. Saya percaya, ini menjadi keresahan kita semua dan terlebih lagi kita yang cinta kebersihan lingkungan. Karena UU nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah telah mengamanatkan kita bahwa pengelolaan sampah harus jadi sebuah kegiatan sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan meliputi upaya pengurangan dan penangan sampah,” jelas Hadler.

Munculnya hal kreatif dengan mengajak masyarakat, tambahnya, dapat memberi dampak positif karena mereka diajak memilah dan memungut sampah ke bank sampah. Tujuannya untuk mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembanguangan akhir sampah (TPA) serta menghasilkan keuntungan ekonomi sirkular bagi masyarakat. Misalnya, membayar uang sekolah dengan sampah, membayar listrik dan membeli sembako pakai sampah, sudah dilaksanakan dibeberapa kota lain di Indonesia. Bahkan sudah ada BUMN yang mendorong pembentukan dan pemanfaatan bank sampah.

“Semua itu akan memberi dorongan bagi kita termasuk pemerintah dan masyarakat kota untuk terus berbenah dengan mendorong terbentuknya bank-bank sampah di tiap lingkungan. Paling tidak Pemkot lewat DLHP akan mendorong pembentukan satu bank sampah di tiap negeri/desa maupun kelurahan. Harapannya, sosialisasi ini memberi efek positif guna mentransfer berbagai program yang dapat mendorong peningkatan kapasitas bank sampah yang di Ambon guna menunjang sirkular ekonomi masyarakat,” bebernya.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri anggota komisi VII DPR-RI dapil Maluku dari fraksi Gerindra, Taslim Azis, yang sekaligus menyerahkan bantuan 40 motor sampah kepada tiga kabupaten/kota di Maluku termasuk kota Ambon yang mendapat jatah 15 buah untuk negeri/desa/kelurahan. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *