Dua Buku Dosen IAKN Ambon Kembali Dibedah

AMBON,MRNews.com,- Usai tahap I dilakukan bedah terhadap tiga buku karya tiga dosen berbeda pada bulan Mei lalu, kembali Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon membedah buku yang ditulis dua dosen IAKN pada tahap II tahun 2019 masing-masing berjudul Spiritualitas Kebebasan Siswa di Sekolah oleh Herly J Lesilolo serta Gus Dur dan Agama Sipil milik Andri Simatauw di Hotel Marina, Kamis (8/8/19).

Ada pula dua buku lainnya yang turut dibedah dari luar yaitu buku Soal-soal Teologis dalam Pertemuan Antar Agama oleh Th. Sumartana (Abidin Wakanno), yang menekankan pada relasi atau hubungan antar agama dan Banda dalam Sejarah Perbudakan di Nusantara milik Usman Thalib dan La Raman, berfokus pada perdagangan dan sejarah perbudakan di nusantara lebih khusus di Banda.

Buku milik Lesilolo dibedah atau dibahas Prof. Dr. Aholiab Watloly, M.Hum, Dr.Ch.D.W.Sahertian, M.Pd dan Dr.A.Siahaya,M.Pd; buku kedua dari Simatauw dibahas Dr. Abdul Manaf Tubaka, Dr.F.Andries, MA dan Elifas Maspaitella, M.Si; buku dari Wakanno dibedah Dr.Chr.J.Ruhulessin, Dr.A.Ch.Kakiay, M.Si dan Dr.Y.Z. Rumahuru, MA; buku terakhir dibahas Prof.Dr.M.Huliselan, Prof.Dr.Ir M.Tukan dan Dr.W.Y.Tiwery, M.Hum.

Wakil Rektor IAKN Ambon Dr.Y.Z. Rumahuru, MA saat membuka bedah buku menegaskan, bedah buku merupakan ritual semesteran di IAKN Ambon dan ini tahap II di tahun 2019. Sebab targetnya setahun atau dua semester, 8 buku dibedah dengan 4 buku tiap semester untuk 2 buku penulis luar, dan 2 buku penulis karya dosen IAKN Ambon. Dengan tujuan, menularkan virus giat menulis bagi civitas akademikan di lingkup IAKN Ambon serta melatih menulis buku dan mengembangkan gagasan, ide ilmiah dosen dan mahasiswa.

“Saya berharap, lewat bedah buku ini dapat memberi kontribusi positif dan menggelorakan semangat menulis di kalangan mahasiswa dan dosen. Karena tanggungjawab lembaga perguruan tinggi tak hanya pendidikan dan pengabdian masyarakat, tetapi juga penelitian dan publikasi hasil tulisan ilmiah. Semoga juga bedah buku ini memberi spirit dan motivasi bagi kita agar bisa belajar dari tulisan-tulisan orang lain untuk kita bisa kembangkan dalam tulisan kita sendiri,” tukas Rumahuru mewakili Rektor.

Sementara, Ketua Panitia Bedah Buku Victor Tutupary, M.Phil menyebut, bedah buku ini menjadi bagian kegiatan akademik untuk terus membangun kultur akademik di kalangan komunitas perguruan tinggi, juga menumbuhkan kesadaran kritis civitas akademika, mengembangkan kemampuan menganalisis metode dalam menyampaikan pesan buku, serta menjadi sarana pertukaran hasil riset terkini, mekanisme sosialisasi dan penyebaran ide, gagasan, pengetahuan dan nilai.

“Buku-buku yang dibedah ini hasil riset yang tidak terlepas dari realitas kehidupan masyarakat. Pesertanya melibatkan penulis dan pembahas ada pula dari civitas akademika IAKN Ambon, civitas akademika kampus lain, utusan sekolah-sekolah mitra,” tutupnya.

Salah satu pembedah, Prof Watloly menekankan, buku milik Lesilolo secara teknis dan komposisi bagus, mereview beberapa resources yang bagus ketika membahas tentang spiritualitas dan kebebasan. Hanya yang perlu dibedah lebih mendalam lagi adalah argumen-argumen pokok dari itu. Artinya, harus menggunakan sandaran filsafat. Misalnya, dimensi filasafat pada spiritualitas secara filosofis itu apa. Bahwa ada pandangan beda-beda tapi agar dia memberi akar bagi pikiran-pikiran spiritualitas yang mau dibangun di lembaga pendidikan. Apalagi soal filsafat pendidikan yang sementara digumuli.

“Dari segi komposisi cukup bagus. Tentu ini bukan studi filsafat murni, jadi katong seng bisa mengharapkan terlalu banyak. Tapi minimal penulis sudah mencoba masuk ke wilayah itu. Demikian juga yang disebut kebebasan. Katong bicara spiritualitas dan kebebasan adalah berhubungan dengan eksistensi manusia. Jadi bukan berbicara tentang kebebasan untuk kebebasan. Oleh karenanya, dikatakan memang yang bebas itu adalah manusia dan manusia bisa bebas garansinya kecuali dia punya spiritualitas yang kuat,” pungkas guru besar Fisip Unpatti. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *