by

Ulemlem Kritisi Keberangkatan DPRD Kota Ambon ke Jakarta

AMBON,MRNews.com,- Pemerhati sosial Maluku, Fredy Ulemlem mengkritisi perjalanan 33 wakil rakyat DPRD Kota Ambon yang mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) selama empat hari di Jakarta. Pasalnya, agenda tersebut yang menghabiskan uang ratusan juta rupiah dari APBD kota Ambon, dinilai tak banyak memberi manfaat bagi rakyat Kota Ambon.

“Sebagai representasi rakyat, perhatiannya harus bagaimana menyenangkan rakyat. Karena itu sebagai bagian dari sosial control, saya nilai agenda DPRD Kota Ambon ke Jakarta untuk Bimtek tidak terlalu penting dan tidak membawa manfaat bagi rakyat,” tandas Ulemlem kepada media ini lewat sambungan selulernya, Rabu, (4/7/2018).

Ulemlem menegaskan, Bimtek DPRD Kota Ambon ke Jakarta, hanya membuang-buang uang rakyat, karena dampaknya kecil bagi kepentingan umum. Apalagi, kondisi kota Ambon yang terus diguyur hujan, longsor dan bencana dimana-mana, mengancam keslamatan warga dan butuh perhatian DPRD selain pemerintah sebagai wakil rakyat.

Apalagi, Bimtek yang sedemkian rupa bukan baru pertama kali  tetapi sudah sering dilakukan dalam tiap masa sidang  sepanjang empat tahun terakhir ini. Meski, berbeda topik materi tetapi muatan dan arahnya tetap sama.

“Mendingan anggaran ratusan juta itu dipergunakan untuk hal-hal lebih bermanfaat. Misalnya bantu korban bencana longsor dan banjir yang tertimpa akibat hujan lebat yang mengguyur kota Ambon beberapa waktu terakhir ini. Atau persoalan penting dan urgent lainnya. Atau juga dibuat saja Bimtek di Ambon dan undang pemateri, lebih efisien anggarannya,” tegas Ulemlem.

Sebagaimana diberitakan, 33 anggota DPRD Kota Ambon termasuk pimpinan, berangkat ke Jakarta, Senin (2/7) untuk mengikuti Bimtek yang direncanakan berlangsung hingga, Kamis(5/7). Namun, dari postingan salah satu anggota DPRD Kota Ambon, Chris Latumahina di laman facebook miliknya usai menerima materi, Selasa (3/7), terlihat hanya 23 orang yang ada saat Bimtek. Berbagai “kemungkinan” pun muncul yakni 10 orang anggota DPRD lainnya tidak berangkat ke Jakarta mengikuti Bimtek atau berangkat tapi tidak mengikuti (hadir dan berfoto bersama). Wakil ketua DPRD, Ely Toisuta yang dihubungi kemarin soal ini tidak merespons.

Bimtek tersebut berdasarkan informasi yang didapat media ini, dibawah tanggungjawab sekretariat dewan. Adapun anggaran yang digunakan diperkirakan kurang lebih Rp 500 juta (akumulasi keseluruhan). (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed