by

Sebar Kebencian Terhadap Walikota, Mahasiswa Hukum Unpatti Dipolisikan

AMBON,MRNews.com,- VM, oknum mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pattimura (Unpatti) dipolisikan pemerintah kota (Pemkot) Ambon.

Pasalnya VM diduga menyebarkan ujaran kebencian atau hate speech terhadap Walikota Ambon Richard Louhenapessy melalui postingannya pada akun Facebook miliknya.

Pada postingan di akun FB miliknya yang beredar diberbagai media sosial, Jumat (16/7), memuat gambar Walikota Ambon dua periode itu, mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) dengan dibubuhi cap
“Wanted” (dicari).

Tak sampai disitu, pada gambar tersebut juga memuat tulisan, “Dicari Walikota Ambon Richard Louhenapessy, SH usia 66 tahun, Note : Barangsiapa Menemukan Beliau Harap Hubungi Masyarakat”.

Plt. Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Kota Ambon Lexy Manuputty katakan, kemerdekaan mengemukakan pendapat secara lisan maupun tulisan hak setiap warga negara, begitupun dengan kritik terhadap kinerja pemerintah sebagai bagian dari proses demokrasi.

Namun hal tersebut harus dilakukan sesuai aturan dan Perundangan–undangan yang berlaku, agar tidak terjerat pelanggaran hukum.

“Tagal itu, Walikota Ambon telah memberi surat kuasa ke bagian hukum untuk melapor ke Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease. Saat ini sedang ditindaklanjuti proses penyelidikan terhadap VM selaku pemilik akun,” kata Manuputty melaui rilisnya, Jumat (16/7/21).

Diakui Manuputty, sebelum ke Polresta, VM telah datang ke Balaikota dan bertemu dengan dirinya, Kadis Perindag yang juga mantan Kabag Hukum John Slarmanat, serta Kasat Pol PP, Josias Lopies, untuk klarifikasi.

Dalam pertemuan tersebut VM mengakui perbuatannya, memposting gambar Walikota Ambon pada akun FB.

“Setelah klarifikasi, yang bersangkutan langsung dibawa menuju ke Polresta untuk proses penyelidikan atau pengambilan BAP,” ujarnya.

Karena diduga melakukan ujaran kebencian kepada Walikota, tambah Manuputty, VM disangkakan melanggar pasal 45A angka 2 Undang–undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan terhadap VM masih berjalan di Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau–pulau Lease. (MR-02/MC)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed