by

Penetapan Tersangka Dana Panwas MaltengRobinson Sitorus Dinilai Tebang Pilih

AMBON,MR.-Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari)Maluku Tengah (Malteng) dinilai tebang pilih dalam penetapkan tersangka dikasus dana Panwas Malteng yang bernilai sebesar Rp.10,8 miliar.

Bagaiman tidak! Robinson Sitorus beberapa bulan terakhir berjanji akan ada penambahan tersangka baru  didalam kasus yang ditangani bersama  jaksa penyidik  Kejari Masohi,tapi semenjak kasus ini bergulir di PN Ambon dengan menyeret mantan bendahara Panwas Malteng Richard Watimury,belum juga ada penambahan tersangka sesuai janji Sitorus dipublik.

Menyikapi hal ini Kuasa Hukum terdakwa Richard Wattimury,Hendrik Lusikoy mengungkapkan,ada kejanggalan yang terjadi dalam pengusutan kasus ini.hal tersebut dinilai secara terang benderang tapi belum mampu dibuka penyidik dan Kepala Kejari Malteng.

“Saya melihat ini ada kejanggalan yang terjadi.rosional saja,kan klien saya itu bendahara,otomatis ketika pencairan dana pasti melalui Stenly Meilissa selaku ketua Panwas Masohi yang juga merangkap sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Panwas Masohi. Dimana dana Panwas baru akan dicairkan setelah ada tanda tangan Meilissa selaku KPA,”Ungkap Lusikoy kepada awak media di PN Ambon,Rabu (10/4) siang.

Lusikoy melanjutkan Sesuai prosedur bendahara itu hanya melanjutkan perintah pimpinan yang diatur terstruktur sistematis dalam kubu Panwas Malteng.Olehnya itu dirinya menyesali akan sikap Kepala Kejari Masohi yang diduga tebang pilih dalam menetapkan tersangka dalam kasus ini.

“Ada kata bilang bukan tebang pilih tapi pilih baru tebang,”Katanya sembari tebarkan senyum

Praktisi hukum senior di Maluku itu menambahkan Jumat pekan ini akan dilanjutkan agenda persidangan kliennya sehingga hal-hal yang belum dibuka terkait aliran dana tersebut akan dibuktikan nanti.

“Jumat ini kan sidang lanjutan dengan pemeriksaan saksi,muda-mudahan hal yang terselubung itu kami bisa buka-bukaan dihadapan tersidangan,”Tutup Lusikoy ramah kepada awak media.

Sebelumnya diketahui Kepala Kejari Malteng menetapan Richard Wattimury (mantan Bendahara Panwas) sebagai tersangka utama, dugaan kasus korupsi dana Panitia Pengawasan (Panwas) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah tahun 2017 oleh pihak Kejaksaan Negeri Maluku Tengah merupakan strategi pihak Kejari Malteng.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah Robinson Sitorus, SH. MH dalam jumpa pers usai pelaksanaan syukuran tahun baru di Masohi, Kamis (11/01/2018) kemarin.

Menurut Sitorus,alasan penetapan Wattimury sebagai tersangka utama karena sudah ada dua atau lebih alat bukti yang diperoleh pihak Penyidik Kejari Malteng. Bagi mereka yang lain seperti mantan Ketua Panwas Stenli Mailissa, mantan Sekretaris Panwas Yanty maupun komisioner lainnya belum bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Dikatakan,dalam persidangan nanti Kejari Malteng akan menggiring pihak Pengadilan melalui Hakim dalam pembuktian, baru terhadap orang lain yang nantinya sebagai tersangka selain Wattimury.dan semuanya itu akan dibuktikan dalam persidangan.(MR-07).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed