Pelaksanaan MTQ Korpri Dapat Tinggalkan Jejak Peradaban
Agama 

AMBON,MRNews.com,- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korps Pegawai Negeri (Korpri) sejatinya dapat meninggalkan jejak-jejak peradaban dan juga sebagai sarana penting dan strategis dalam mendukung program pemerintah.

“Dalam konteks ini, pelaksanaan MTQ Korpri sejatinya dapat meninggalkan jejak-jejak peradaban, yang ditandai dengan terjadinya perubahan pola pikir, karakter, habitus (kebiasaan), dan pola hidup,” ujar Gubernur Maluku, Said Assagaff melalui Sekretaris Daerah, Hamin bin Thahir saat membuka seleksi MTQ tingkat Provinsi Maluku di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (18/7).

Perubahan ke arah lebih baik, katanya, seperti dari pemikiran yang sempit ke pemikiran terbuka dan transformative, serta dari cara hidup konfliktual kepada kehidupan yang lebih rukun dan damai. Oleh sebab itu, diharapkan hasil seleksi MTQ ini dapat diikutsertakan anggota Korpri dalam penyelenggaraan MTQ tingkat nasional IV di Provinsi DKI Jakarta, November nanti.

“MTQ ini juga salah satu program Korpri di bidang kerohanian. Serta sarana penting dan strategis untuk mendukung program pemerintah guna meningkatkan sumber daya manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta mendukung peran strategis ASN. Saya harapkan, apa yang diperoleh nantinya dapat digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya saat MTQ Korpri tingkat Nasional ke-IV.  Para qori dan qori’ah juga dapat mempertajam kemampuan membaca ayat-ayat suci Al-qur’an,” harap Gubernur.

Dirinya juga berharap, Dewan Pengurus Korpri Provinsi Maluku agar memberikan perhatian serius guna menanamkan dan membina kecintaan bagi anggota Korpri terhadap Al-qur’an sebagai kitab suci umat Islam.  Meski begitu, kesemuanya ini menjadi tanggungjawab bersama, termasuk dewan hakim untuk menyatukan sikap dan pola pikir sehingga upaya pembinaan dan pengembangan seni baca Al-qur’an bagi anggota Korpri dapat menghasilkan prestasi terbaik yang mengangkat nama harum daerah Maluku.

Gubernur tak lupa mintakan, para peserta seleksi MTQ yang berasal dari Kabupaten/Kota se-Maluku agar berlomba penuh semangat juang dan sportifitas serta tetap menjagi persatuan dan kesatuan antar sesama. Hal ini disebabkan, pelaksanaan event-event keagamaan seperti MTQ ini mempunyai posisi sangat vital dan strategis guna pembangunan mental spritual bangsa. Karena masalah moral atau mental spritual bangsa, sangat menentukan masa depan peradaban bangsa ini.

“Sejatinya dalam pelaksanaan acara-acara keagamaan seperti ini tidak membuat kita terjebak pada acara serimonial saja, tetapi seharusnya kita dapat menangkap makna dan intisarinya serta berimplikasi secara signifikan terhadap pembangunan akhlak dan peradaban bangsa ini,” tutup Assagaff. (**)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *