by

Pasang Badan Dukung Widya, KNPI Chaniago: Joget Masalah Kecil, Penyebar Video Bermotif Politik

AMBON,MRNews.com,- Viralnya video joget ria “Bunga Leksula” isteri Gubernur Maluku Widya Pratiwi Murad didunia maya dan menuai kecaman publik karena terjadi dimasa Pandemi Covid-19, ternyata mendapat simpati DPD KNPI Maluku versi Saiful Chaniago.

Menurut Chaniago, pihaknya sangat menyayangkan viralnya video itu yang disebar luaskan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab dan sungguh pun tidak etis. Karena aksi joget itu sudah terjadi sedari 22 Juni 2021 lalu, namun baru beredar di publik 9 Juli 2021 atau kurang lebih dua pekan.

“Kalau diviralkan sekarang padahal kejadiannya 22 Juni, maka kami pertanyakan motif apa dibalik disebarluaskannya video tersebut. Kami berasumsi, ada motif politik terselubung dibalik itu,” sesal Ketua DPD KNPI Maluku Saiful Chaniago kepada awak media di Ambon, Sabtu (10/7).

Oleh sebab itu, Chaniago meminta pihak kepolisian untuk mengusut dan memproses hukum pihak-pihak yang menyebarkan video tersebut agar dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Karena tentu menurut Chaniago, ketua tim penggerak PKK Maluku itu dirugikan secara personal dan psikologis terganggu akibat sorotan publik. Sehingga sudah sepatutnya ada ganjaran yang harus didapat pula oleh penyebar video.

“Kami akan melaporkan hal ini ke Polda Maluku, hari Senin. Menyurati Kapolda untuk dapat memanggil pihak-pihak pengedar video yang tidak substansi dalam kepentingan kerakyatan di Maluku. Maka mereka harus bertanggungjawab secara hukum,” tegas politisi Golkar itu.

Menurutnya, KNPI perlu menyoroti itu lantaran Widya dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap kemaslahatan rakyat Maluku berkaitan dengan pengentasan gizi buruk dan persoalan stunting di Maluku. Hal ini sebenarnya perlu diapresiasi.

“Jangan kemudian gara-gara joget yang menurut hemat kami tidak etis juga disebarkan pihak tidak bertanggungjawab. Walau dilain sisi menurut orang lain joget itu salah, tapi itu masalah kecil. Jangan dibesar-besarkan,” terangnya.

Apalagi, waktu kejadian joget itu pada 22 Juni lalu, belum diberlakukannya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota Ambon.

“Joget itu sesuatu yang wajar dan belum ada PPKM. Bahkan rata-rata disejumlah penjuru kota, banyak warga tidak pakai masker, bukan hanya ibu Widya. Kenapa itu tidak dipermasalahkan, yang disoroti hanya ibu Widya. Jangan mempolitisir sesuatu yang tidak etis juga lah,” pungkasnya.

Ditempat sama, ketua DPD KNPI kota Ambon versi Chaniago, Sugiarto Solissa menilai, Widya dan semua yang berada di lokasi kejadian joget, sudah menerapkan protokol kesehatan ketat. Sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.

“Berjoget itu bagian dari refreshing otak. Katong tidak boleh mempermasalahkan kejadian itu lah. Ini motifnya politis. Orang-orang yang berlawanan arah dengan Murad Ismail, maka kesalahan sedikit pun pasti akan disoroti. Kita harus lawan itu,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed