by

Hindari Suket di Pilkada, Disdukcapil Kerahkan Kecamatan Perekaman E-KTP

AMBON,MRNews.com,- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon punya keinginan dan komitmen untuk sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Maluku Juni 2018 pada 18 April nanti, semua masyarakat Kota Ambon sudah bisa memperoleh E-KTP dan menggunakannya saat Pilkada, sehingga tidak lagi memakai Surat Keterangan (Suket) dari Disdukcapil.

Namun, semuanya kembali lagi kepada masyarakat khususnya yang belum melakukan perekaman, mau atau tidak mengurusnya. Apalagi sejak Februari lalu, Disdukcapil sudah surati desa/kelurahan supaya menyampaikan kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman agar segera melakukannya di kecamatan.

“Batas waktu akhir perekaman untuk penetapan DPT pada Pilkada 2018, hanya sampai pada 18 April 2018. Artinya, tersisa hanya lima hari kedepan. Yang melakukan perekaman adalah kecamatan, kita tidak merekam. Kecamatan lagi giatnya merekam di desa-desa.

Tetapi antusias masyarakat untuk datang perekaman sangat minim, padahal sudah diupayakan turun langsung. Semua tergantung kesadaran masyarakat saja,” beber Kepala Disdukcapil Kota Ambon, Marsella Haurissa kepada MimbarRakyatNews.com, Jumat (13/4).

Memang belakangan ini kata Haurissa Disdukcapil lebih fokus untuk merekam data masyarakat yang wajib memilih dalam Pilkada Maluku Juni ini. Pasalnya, berdasarkan data terakhir untuk pemilih kota Ambon yang belum melakukan perekaman E-KTP kurang lebih 5000 orang dan keseluruhan 6000.

Karenanya, dengan giatnya kecamatan memberi ruang perekaman itu dan datang mengurus E-KTP, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat menunda atau tidak mengambil kesempatan tersebut. Sebab dikejar dengan waktu dan jaringan yang sesekali bisa gangguan dan menjadi penghambat. Apalagi, semuanya dilakukan menindaklanjuti instruksi Presiden agar menuntaskan E-KTP dalam waktu 1 jam.

“Semua kita berharap E-KTP dibuat, bisa langsung jadi. Sebagaimana instruksi presiden dituntaskan proses perekaman dan pembuatannya dalam 1 jam. Beberapa waktu lalu kita mengalami gangguan jaringan. Tapi kalau foto hari ini maka juga bisa langsung atau besok diambil. Prinsipnya, warga dewasa usia 17 tahun ke-atas wajib memiliki E-KTP.  Sekarang tergantung kesadaran masyarakat, mau mengurus atau tidak,” tukasnya.

Pihaknya tambah Haurissa, bisa memenuhi standar yang ditetapkan Presiden Joko Widodo itu, tetapi sangat tergantung dengan jaringan Telkomsel yang dipakai. Karena kalau gangguan, berarti tidak bisa melakukan apapun. Beda dengan di pusat yang akses dan jaringannya mudah, tetapi kalau di daerah, lancar baru bisa jalan.

“Server kita sudah bagus semua, tidak masalah. Hanya jaringan masih sedikit masalah, karena kita pakai Telkomsel. Manakala pemakaiannya banyak, sehingga agak berat. Namun tahun-tahun depan mungkin kalau kita pakai jaringan Indosat dan disambung langsung dengan satelit mungkin jauh lebih baik,” demikian Haurissa. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed