by

Garap Tenaga Orang,Jaksa Tuntut Herika Rahmadiah Lima Tahun Penjara

AMBON,MR.-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon menuntut Terdakwa “Perdagangan orang” Herika Rahmadiah Abu Turasa alias Ika  dengan lima (5) Tahun penjara.Tuntutan JPU tersebut dibacakan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon.Rabu (11/4) siang.

Berdasarkan pantauan Mimbar Rakyat diruangan sidang tersebut dipimpin langsung majelis hakim PN Ambon yang diketuai Puji S Sugiono didampingi Jimmy Waly dan Hamsah Kailul kemudian disaksikan langsung terdakwa dan  Penasehat Hukum terdakwa Sukur Kaliky.

Menurut JPU, Terdakwa yang bermukim di Kota Bula Kabupaten SBT ini  selain dituntut lima tahun penjara Dia juga dibebankan membayar restitusi kepada korban Sukma Dwi Safira sebesar Rp.11.520.000 untuk kerugian yang dialami korban.

“Majelis hakim yang mulia terdakwa Herika Rahmadiah Abu Turasa alias Abu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perdagangan orang sebagaimana didakwakan dalam pasal 2 ayat 2 UU.Nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang,dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Herika Rahmadiah Abu Turasa alias Ika dengan pidana penjara selama lima (5) tahun dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan dan denda sebesar Rp.120.000.000 subsider satu bulan kurungan,”Ungkap  JPU Ester Watimury SH, dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam persidangan.

Ester melanjutkan Barang bukti yang disita JPU  akan dikembalikan berupa satu buah HP Merk Oppo warna rose gold tipe F.I5,satu buah HP Nokia warna hitam,dan dua buah cimcard Loop 4G LTE dikembalikam kepada terdakwa.

“Diketahui dalam dakwaan ini pada Bulan Juni 2017 terdakwa Herika Rahmadiah Abu Turasa alias Ika menelpon Korban Sukma Dwi Safira alias Fira yang berada di  Malang Kota Makasar agar datang ke Bula SBT untuk bekerja sebagai Pramuria menuangkan Minuman  di Cafe 77.dan saat itu terdakwa ikut korban ke Makasar menjemput korban disana tanpa memberitahu orang tua korban di Makasar.mereka datang ke Bula dengan menggunakan pesawat dan tiba di Ambon dijemput orang suruhan Bos Cafe 77 dari Bula.

Saat itu terdakwa mengatakan kalau upah perbulan sebagai pramuria itu berkisar dua juta hingga tiga juta. nyatanya ketika bekerja korban tidak diberikan gaji sesuai kesepakatan yang berlaku tapi kemudian korban dibebankan membayar hutan kepada Bos Cafe 77 atas uang ongkos tiket pesawat waktu penerbangan korban dari Makasar ke Bula sebesar Rp.900.000 dan juga dibebankan membayar uang penginapan dan pinjaman yang diberikan pihak Cafe.atau dikatakan tenaga korban dimanfaatkan para cafe.lantas karena hutan yang dibebani pihak cafe,korban tidak bisa diperbolehkan untuk berhenti bekerja dan tidak bisa mengunjungi keluarga korban di Makasar.dari kejadian tersebut keluarga korban melaporkan kejadian tersebut di Polisi,”Kata JPU.

Usai membacakan amar tuntutan,hakim langsung menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan nota pembelaan dari kuasa hukum terdakwa.(MR-07).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed