by

Aliansi Mahasiswa SERRAM Dukung Walikota Terapkan PPKM, Tolak Penghargaan Gubernur

AMBON,MRNews.com,- Disaat gelombang demo mahasiswa ada yang menolak atau dicabut PPKM mikro diperketat akhir pekan lalu, namun disisi lain aksi mahasiswa mendukung kebijakan Walikota Ambon Richard Louhenapessy terkait PPKM mikro juga terjadi hari ini, Senin (19/7).

Pantauan media ini di lapangan, dukungan untuk Walikota datang dari Aliansi Mahasiswa Selebrasi Rakyat Maluku (SERRAM) yang jumlah pendemo tak lebih dari 30 orang dan tetap taati protokol kesehatan (Prokes) dalam aksi demo.

Menurut mereka, kebijakan PPKM mikro diperketat sangat baik dan penting dalam menekan mobilitas masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Meskipun ada yang menolak, tapi kami mendukung Walikota Ambon dalam penerapan PPKM mikro diperketat. Sebab itu penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandas Usman Rahayaan, Korlap I aksi didepan Balaikota Ambon.

Selain mendukung, aliansi mahasiswa SERRAM juga sebut Usman, mengkritisi dan menolak penghargaan yang diberikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kepada Gubernur Maluku Murad Ismail karena dinilai “berprestasi” terbaik dalam penerapan PPKM mikro diwilayah.

“Kami menolak penghargaan kepada Gubernur itu. Sebab yang sangat serius dan konsen menerapkan PPKM mikro itu di Kota Ambon dan Kepulauan Aru, bukan provinsi. Gubernur sama sekali tidak ada peran. Indikatornya apa?,” tandasnya.

Padahal sambungnya, PPKM mikro diperketat belum selesai dan pelaksanaannya lebih utama di kota Ambon dan Kepulauan Aru. Apalagi Walikota Ambon yang selalu didemo, dihujat karena menjalankan kebijakan PPKM.

“Seharusnya tunggu PPKM mikro selesai dulu baru dievaluasi dan diberi apresiasi. Bukan masih jalan tapi sudah ada yang dapat award. Salah alamat lagi. Harusnya yang dapat award itu Walikota Ambon,” tegasnya.

Tak hanya dua sikap itu, aliansi mahasiswa SERRAM juga meminta tiadakan kartu vaksin dalam pelayanan publik, evaluasi kinerja RS se-Maluku terhadap korban Covid-19, pengadaan Bansos kepada masyarakat ekonomi lemah yang terdampak PPKM, gratiskan tes Rapid antigen.

Kepala BKPSDM Kota Ambon Benny Selanno mewakili pemerintah kota (Pemkot) Ambon menerima tuntutan aliansi mahasiswa SERRAM itu dan berjanji akan meneruskan ke Walikota.

“Ini contoh warga kota yang baik dalam membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19 dengan menjaga Prokes. Tuntutan basudara akan kami teruskan ke bapak Walikota untuk menjadi perhatian,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed