Walikota Dukung Penutupan Lokalisasi Tanjung Batumerah

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mendukung penuh permintaan dan keinginan sejumlah pihak terutama majelis ulama Indonesia (MUI), para ustad dan imam masjid se-kota Ambon yang awal menyampaikan aspirasi untuk menutup lokalisasi tanjung Batumerah, Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Tak hanya karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan tetapi menutup permanen.

“Penutupan lokalisasi tanjung Batu Merah saya baru ikuti melalui media sosial (medsos) tapi saya respon positif,” ujar Walikota kepada awak media usai menghadiri rapat paripurna penetapan 7 Ranperda di Balai Rakyat Belakang Soya, Senin (13/5/19).

Karenanya siang ini, diakui Walikota, dirinya akan memanggil dinas sosial (Dinsos) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mulai membicarakan rencana penutupan lokalisasi tanjung Batumerah, yang akan didahului sosialisasi serta mencari solusi pasca penutupan.

“Siang ini saya mau panggil Dinsos dan OPD terkait untuk mulai bicarakan. Jika inisiatif masyarakat tinggal kita justifikasi untuk percepat. Tetapi tentunya melalui sosialisasi lalu cari solusi. Itu aspirasi dari bawah dan sangat positif untuk kita tindaklanjuti,” tukasnya.

Sebelumnya, desakan menutup permanen lokalisasi tempat prostitusi tanjung Batu Merah mencuat dan dimintakan oleh MUI, para ustad dan imam masjid se-kota Ambon saat silaturahmi dengan Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease di kantor MUI Maluku, Pandan Kasturi, Rabu (8/5/19). Desakan itu bukan saja karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1440 H/2019 M ketika ada himbauan dari pemerintah kota untuk tempat hiburan malam agar menaati aturan batas operasional, tetapi sudah menjadi tekad bulat ustad dan imam masjid di kota Ambon agar lokalisasi itu ditutup sebab sangat meresahkan.

Alasan lain menurut Manan, karena lokalisasi itu tidak sesuai dengan nilai-nilai moralitas bangsa, adat dan budaya orang Maluku terlebih lagi tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Jadi tidak ada alasan karena tentu apa yang telah diputuskan dalam ajaran agama, leluhur budaya sesungguhnya punya manfaat positif terhadap proses berbangsa dan bernegara, proses bersosial ditengah-tengah masyarakat.

“Wacana menutup lokalisasi ini sebetulnya sudah lama, bukan sekarang. Dan bahkan sejak beberapa tahun lalu sudah proses penutupan tanjung Batu Merah dilakukan, tapi hari ini baru ada respons dan kemauan kuat diwujudkan, dinyatakan semua elemen masyarakat terutama di kalangan pemuka umat Islam. Apalagi di kesempatan baik saat berjumpa Kapolres. Kami akan mengirim surat resmi permintaan tutup lokalisasi itu ke Kapolres guna ditindaklanjut ke pemerintah sehingga jelas dan memiliki dasar,” ungkap Sekretaris MUI Kota Ambon, Abdul Manan Latuconsina.

Dukungan juga datang dari Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso yang menunggu surat dan rekomendasi dari ustad dan imam masjid se-kota Ambon melalui MUI agar dapat diteruskan ke Walikota Ambon supaya merealisasikannya. “Kita tunggu rekomendasi dari ustad, imam masjid se-kota Ambon lewat MUI yang akan disampaikan ke kami. Nanti kami akan teruskan ke Pemerintah Kota (Pemkot). Artinya ini keinginan publilk lewat ustad dan imam masjid,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisuta pun dukung penutupan lokalisasi itu sepanjang tujuannya baik. Namun, tergantung Pemkot Ambon yang punya kewenangan penuh atas lokasi itu. “Sebagai pribadi dan institusi, kami dukung penutupan lokalisasi tanjung Batumerah baik sementara maupun permanen sepanjang memang alasannya tepat dan baik tak saja karena bertepatan dengan Ramadhan. Semua tergantung pemerintah. Kalau tutup solusinya bagaimana untuk mereka yang bekerja dan tempat itu. Karena pekerja disana tak hanya orang Ambon tapi juga warga luar,” tukas Toisuta kepada media di DPRD, Jumat (10/5/19). (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *