by

Pemilihan Duta Qasidah, Bukti Maluku Toleran & Tolak Radikalisme

AMBON,MRNews.com,- Momentum pemilihan duta-duta Qasidah tingkat nasional ke-XXIV tahun 2019 di kota Ambon 25-29 November 2019 sekaligus menjadi pembuktian bahwa masyarakat kota Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya mendukung penuh terciptanya kehidupan masyarakat Indonesia yang penuh toleransi, menghargai perbedaan sebagai anugerah Allah SWT, serta menentang keras aksi-aksi radikalisme, anarkisme dan terorisme.

Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno katakan, kesadaran masyarakat Maluku untuk hidup toleran bukan lahir dari sebuah rekayasa sosial semata tapi sudah lahir sejak dulu. Dimana rasa toleransi itu memiliki ikatan-ikatan kekeluargaan para leluhur yang kuat lewat budaya Masohi, pela gandong, Ai ni Ain, Kalwedo, Kidabela. Meski semua ikatan itu lahir dari daerah berbeda-beda tetapi semangatnya sama-sama yakni kekeluargaan, kebersamaan dan toleransi.

“Tidak perlu meragukan rasa persaudaraan kami orang Maluku, sebagai bagian dari NKRI. Maluku adalah Indonesia mini, berbagai agama, suku bangsa dan ras ada disini dari 11 kabupaten/kota. Toleransi dan persaudaraan di Maluku, kota Ambon menjadi kekuatan utama karena ikatan kekeluargaan. Momentum ini sekaligus menjadi pembuktian,” ujar Wagub dalam ucapan selamat datangnya saat pembukaan pemilihan duta-duta Qasidah tingkat nasional ke XXIV tahun 2019 di Lapangan Kolonel Tahapary Tantui, Senin (25/11/19).

Selain itu, diakui mantan Bupati MBD, dipilihnya kota Ambon sebagai tuan rumah selain sebagai kehormatan dan kebanggaan tetapi sekaligus pula menjadi momentum menegaskan kepada dunia, bahwa Maluku adalah komunitas dunia, yang memiliki jiwa seni budaya yang tinggi, yang menjangkau banyak aspek kehidupan termasuk keagamaan. Itulah sebabnya kota Ambon mendapat pengakuan dari UNESCO pada akhir Oktober lalu sebagai kota musik dunia.

“Saya berharap semua kontingen dapat berlomba dengan penuh semangat, menjadi juara memang merupakan dambaan namun spirit sportivitas harus tetap dikedepankan. Jangan mengabaikan nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah yang mesti terus dijaga. Dewan juri juga diharapkan dapat bertindak sejujur-jujurnya, arif dan bijaksana sehingga event ini benar menjadi cara melakukan dakwah Islamiyah yang efektif bagi Indonesia,” pesan Orno.

Ketua umum DPP LasQi Tarmizi Tohor menyatakan, ada dua hal yang dapat dipetik dari penyelenggaraan kegiatan ini yakni pertama mewujudkan jalinan silaturahim Ukhuwah yang dapat mempererat cara persaudaraan, rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa serta kedua, sebagai ruang ekspresi dan tolak ukur capaian prestasi selama berniat menekuni Qasidah dan seni musik islam lainnya. Terutama itu memperkokoh Ukhuwah dalam berorganisasi dan dalam lingkup lebih luas memperkuat rasa nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara.

“Kegiatan ini diharapkan tidak saja menjadi tuntunan positif tetapi juga tontonan menarik. Kedepan, antusiasme kota Ambon dan Maluku sebagai penyelenggara di 2019, akan diikuti pula pada tahun 2020 yang event sama terlaksana di Aceh, 2021 di Kalimantan Tengah, 2022 di provinsi Banten dan 2023 di provinsi Lampung. Ambon sebagai tuan rumah sangat layak karena juga telah menjadi kota musik dunia oleh UNESCO. Insya Allah saya akan ikut mempidatokan Ambon sebagai kota musik dunia keliling Indonesia,” ungkapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed