by

Ketua Sinode “Restui” AMGPM Dipimpin Kader Non Pendeta

-Agama-1,219 views

AMBON,MRNews.com,- Polemik yang merebak dipublik soal pendeta dan non pendeta dihadap-hadapkan dalam suksesi Ketua Umum AMGPM lima tahun kedepan ternyata turut disoroti Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Ates Werinussa saat pembukaan Kongres ke -XXIX di Gereja Pniel Wayame, Klasis Ambon Utara, Minggu (25/10).

Diakui Werinussa, AMGPM adalah organisasi kader. Kader AMGPM bukan saja untuk gereja, tetapi juga untuk bangsa dan negara khususnya masyarakat Maluku mereka mengabdi. Karena organisasi kader maka ukuran suksesi dengan lahirnya seorang pemimpin itu adalah proses kaderisasinya berhasil.

“Selama ini saya pantau dan ada polemik jelang Kongres mengenai istilah mata rumah parentah katanya pendeta dan bukan, itu tidak boleh. Merugikan gereja, tidak boleh. Makanya saya tadi menegaskan, marilah kita mengedepankan warga gereja kita yang memimpin AMGPM,” tandas Werinussa.

Hal itu menurut Werinussa, karena warga gereja sudah memberikan ketua Sinode pendeta, juga ketua Klasis dan ketua majelis Jemaat.

“Lalu organisasi AMGPM ini, kita mau ambil lagi. Apa itu gereja aktif?. Maka sebagai pimpinan Sinode saya tegaskan, saya tidak akan beri rekomendasi seandainya pendeta mau bertanding melawan anggota Jemaat. Karena tidak levelnya disitu,” sebutnya.

“Kecuali kalau tidak ada calon ketua umum lalu 34 daerah datang kepada saya dan mereka bilang kami sudah tidak punya calon lagi maka sebaiknya kami tunggu pendeta ini menjadi calon, maka saya akan memberi rekomendasi. Tapi 34 daerah tidak boleh minus 1 supaya aklamasi,” sambungnya.

Werinussa mengaku, atas polemik itu dirinya merasa terganggu dan hatinya tergores ketika pendeta bertanding melawan warga gereja dalam suksesi Kongres AMGPM.

“Saya nih ada sebagai pendeta, ketua sinode, ketua Klasis, ketua majelis Jemaat karena ada anggota jemaat. Bukan pendeta ada baru anggota jemaat, tapi sebaliknya,” jelas mantan Wasekum MPH Sinode GPM itu.

Disinggung atas pertimbangan itu maka secara tersirat ruang dukungan bagi warga jemaat non pendeta untuk memimpin AMGPM lima tahun kedepan terbuka besar, Werinussa membenarkan.

“Iya. Karena kader-kader kita banyak. Kita sudah buat pengkaderan. Karena itu mereka punya kemampuan untuk juga memimpin AMGPM, kita harus percayakan mereka. Sebab belajar dari pengalaman, AMGPM juga pernah dipimpin orang awam pa Lucky Wattimury dan AMGPM berkembang, kenapa kita harus tutup ruang itu,” tegasnya.

Karena itu dirinya berharap AMGPM menjadi organisasi kader yang terbuka, mandiri dan berdaya saing, tidak mau terus “digendong” gereja. Kepemimpinan kedepan harus memiliki komitmen kuat dan setia menjaga nilai AMGPM sebagai tempat persemaian yang mampu menjawab keterpanggilanNya bagi gereja, masyarakat dan bangsa.

Dari arena Kongres yang terbagi pada 7 spot gereja, informasi berhasil dihimpun, ada tiga orang dijagokan maju ketua umum AMGPM yaitu sekretaris umum PB saat ini pendeta Yondry Paays, pendeta Steven Atihuta dan mantan ketua PHBG Sinode GPM tahun 2020 yang juga Wakil Ketua DPRD Maluku Melkianus Sairdekut. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed