by

Dilarang, Warga di Ambon Nekat Konvoi Tanpa Prokes

AMBON,MRNews.com,- Meskipun telah dilarang dan dihimbau pemerintah agar tidak melakukan konvoi dimalam takbiran jelang Idul Fitri guna mencegah kerumunan, namun masyarakat kota Ambon tetap nekat berkonvoi dipusat kota, Rabu (12/5) malam.

Bahkan, sebagian besar diantara massa konvoi yang adalah remaja pemuda tidak menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan memakai masker. Padahal penggunaan masker sangat penting guna mencegah terjadi penyebaran virus Corona yang masih mewabah.

Fakta itu berdasarkan pantauan media ini pada beberapa ruas jalan yang dilalui massa konvoi seperti didepan masjid raya Alfatah dan kawasan desa Batumerah.

Sebelumnya, Walikota Ambon Richard Louhenapessy berharap, masyarakat tidak melakukan konvoi saat malam takbiran. Tapi diajak bertakbir di rumah masing-masing maupun masjid setempat sehingga tidak menciptakan kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus apalagi jika tidak memakai masker.

“Sebaiknya malam takbiran di rumah maupun masjid-masjid setempat. Maknanya tidak hilang dan lebih khusyuk. Ketimbang harus pawai atau konvoi keliling kota yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi bila tidak jalankan Prokes,” jelasnya saat turun memantau mall untuk penegakan Prokes, Rabu (12/5).

Paur Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease Ipda Izak Leatemia katakan, pihaknya tetap mengambil langkah persuasif terhadap para peserta konvoi yang menggunakan knalpot bising dan tidak memakai masker sebagaimana perintah Kapolresta dan Kapolda.

Sementara bagi pengendara umum yang tidak ikut konvoi malam takbiran, sebutnya, tetap bisa lewat, tidak dihadang dan disekat. Sebab penyekatan terbatas yang dilakukan untuk memastikan malam takbiran aman dan guna penegakkan Prokes.

“Aparat gabungan dititik penyekatan memang meloloskan massa konvoi, seperti didepan masjid Alfatah. Tetapi hanya berputar dikawasan itu ke Trikora, Waringin. Tidak bisa tembus ke luar atau sebaliknya. Bagi yang tidak pakai masker saat konvoi, kita tegur. Karena masker penting untuk menjaga diri,” beber Leatemia via seluler, Rabu malam.

Meskipun terjadi konvoi dimalam takbiran yang seharusnya telah dilarang tapi menurut Leatemia, semua bisa dikendalikan. Sebab penyekatan terbatas dititik utama tetap diterakan, tidak dilonggarkan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed