by

6 Bulan Terhenti, GPM di Kota & Pulau Ambon Ibadah Tatap Muka 11 Oktober

-Agama-444 views

AMBON,MRNews.com,- Setelah kurang lebih enam (6) bulan menjalani ibadah di rumah karena pandemi Covid-19 yang menghantui, Gereja Protestan Maluku (GPM) di Kota dan Pulau Ambon akan mulai beribadah tatap muka di gedung Gereja, Minggu (11/10/20).

Kepastian itu pun telah dikomunikasikan dengan pemerintah kota (Pemkot) Ambon dan mendapat persetujuan dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Katong sadar pilihan ibadah pada 11 Oktober bukan tanpa resiko tapi gumul jemaat yang rindu beribadah di Gereja juga tidak dipungkiri. Karena itu kita berkeputusan ibadah dengan tetap memberlakukan protokol ketat,” kata Ketua Klasis GPM Kota Ambon Pendeta Nick Rutumalessy kepada media ini usai bertemu Walikota di Balaikota Ambon, Jumat (9/10).

Proses ibadah yang dijalani nantinya juga menurut Nick, adalah bagian dari GPM khususnya di Klasis Kota Ambon, Pulau Ambon, Pulau Ambon Timur dan Pulau Ambon Utara menyiapkan jemaat dalam menghadapi kemukinan kedepan pemberlakuan sesuatu yang baru berkaitan norma hidup atau new normal.

“Katong ingin menggunakan saat ini untuk mengedukasi masyarakat berkaitan protokol kesehatan. Jadi katong akan pastikan semua protap kesehatan yang wajib harus ditaati. Misalnya ada yang kontaminasi Covid-19, otomatis kita hentikan ibadah di gedung Gereja itu, di jemaat itu,” tandasnya.

Ketua Klasis Pulau Ambon Timur, Pendeta Cak Sapulette menambahkan, bersama tiga ketua Klasis di Kota dan Pulau Ambon, pihaknya telah menemui Walikota untuk menginformasikan dimulainya ibadah 11 Oktober. Pemkot perlu diyakinkan bahwa langkah ini tidak kemudian menghancurkan seluruh kerja pemerintah dan Gustu selama ini.

Sekalian meminta dukungan Gugus Tugas (Gustu) kota Ambon satu atau dua orang setiap hari Minggu membantu, mendampingi Gustu jemaat untuk memastikan seluruh protokol kesehatan berlangsung ketat dan tepat, seperti jaga jarak, pakai masker, pembatasan orang, cek suhu dan cuci tangan.

“Katong berharap ini tidak problem. Sebab kita punya jemaat sudah merindukan untuk beribadah di Gereja. Soalnya semua gedung ibadah yang lain sudah buka 2-3 bulan lalu. Hanya GPM di kota Ambon saja yang belum mulai dan kita jalan tanggal 11,” bebernya.

Senada, Ketua Klasis Pulau Ambon Pendeta Rico Rikumahu mengaku, semua itu berjalan sesuai petunjuk dari MPH Sinode dan di-complicated pada Klasis baru didistribusi pada jemaat-jemaat agar diterapkan.

Jumlah umat yang ibadah pun menurutnya, disesuaikan tergantung gedung Gereja dan jumlah jemaat. Sebab ada jemaat yang besar, gedung Gerejanya banyak, bisa tiga sampai empat kali jam ibadah bahkan pula ada yang sudah mengatur lima kali sehingga bisa memberi ruang bagi semua umat beribadah.

“Gereja tanggal 11 kita jadikan alat evaluasi. Kalau proses ini menolong, mungkin kita akan pertahanankan modelnya. Kalau tidak menolong kita akan selalu kaji untuk memastikan ibadah berjalan dengan baik. Gereja juga siapkan masker cadangan, kalau ada umat yang hal tertentu lupa atau tidak sempat bawa masker, petugas akan berikan,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed