AMBON,MRNews.com,- Penjabat Walikota Bodewin Wattimena tak setuju dengan informasi adanya rencana manajemen Rumah Sakit (RS) Siloam Ambon untuk membangun sekolah di lantai V gedung RS yang berlokasi di jalan Sultan Hasanuddin, Tantui Ambon.
Karena itu, Wattimena meminta DPRD Kota Ambon lewat Komisi terkait untuk segera memanggil pihak manajemen RS guna pertanyakan rencana tersebut.
“Semua yang dibuat, dilakukan hari ini mesti sesuai dengan aturan. Karena itu kalau benar ada informasi seperti itu, saya minta DPRD Kota Ambon untuk memanggil dan mengkajinya,” sebut Wattimena di Balaikota, Rabu (8/3).
Pemanggilan DPRD itu diakuinya, penting. Agar terkonfirmasi jelas terkait rencana itu. Sebab apapun yang dilakukan harus bersandar pada aturan dan tidak boleh melanggar aturan.
“Sebab setahu saya kan izin kepada manajemen Siloam Hospital oleh pemerintah kota Ambon hanya untuk bangun rumah sakit, tidak untuk sekolah apalagi didalam lantai V,” jelasnya.
Lebih lanjut tambahnya, lewat pemberitaan media, Wattimena akan koordinasi dengan pimpinan DPRD untuk instruksikan ke Komisi yang membidangi agar secepatnya melayangkan panggilan ke manajemen RS Siloam.
“Dengan berita media, saya akan koordinasi dengan Ketua DPRD untuk panggil. Selesai ini saya koordinasi, lebih cepat lebih baik,” tegasnya.
Merespons permintaan Walikota itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon Gunawan Mochtar berjanji sekembali dari tugas luar daerah di Jakarta, pihaknya akan segera memanggil pihak manajemen RS Siloam untuk pertanyakan rencana buat sekolah di lantai V gedung RS.
“Iya, pasti. Setelah kami kembali dari dinas luar di Jakarta, kami akan layangkan surat ke manajemen RS Siloam untuk hadir menjelaskan informasi rencana tersebut,” jelas politisi PKB itu via telepon WhatsApp, Rabu (8/3).
Diberitakan sebelumnya, hampir tiga tahun berjalan, tersiar kabar manajemen RS Siloam berencana melebarkan sayap tak hanya di bidang kesehatan, tapi juga berinvestasi di sektor pendidikan, dengan mendirikan sekolah di lantai V rumah sakit.
Dari sumber resmi media ini menyebut, sekolah yang bakal dibangun atau didirikan tersebut bukan saja satu tingkatan satuan pendidikan tapi lengkap, terdiri dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
“Rencananya yang kita dengar itu di Rumah Sakit Siloam Ambon akan dibangun sekolah dari SD hingga SMA. Anehnya lagi dibangun di lantai V rumah sakit,” tandas sumber itu yang enggan namanya dipublish, Senin (6/3).
Menurut sumber itu lagi, rencana membangun sekolah tersebut bakal terjadi karena mereka tidak mengantongi izin membangun di sebelah rumah sakit dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.
“Kan dulu Pemkot kepemimpinan Walikota sebelumnya beri izin ke manajemen Siloam areal situ untuk membangun rumah sakit saja, tidak diluar itu. Makanya karena tidak dapat izin, inisiatif diambil pada lantai V,” jelasnya lagi.
Ditegaskan, membangun sekolah di dalam rumah sakit apalagi di lantai atas dari aspek kesehatan sangat tidak baik anak-anak karena akan berinteraksi tiap hari dengan medis dan orang sakit, termasuk dari sisi keamanan yang jelas sangat berbahaya ketika mereka bermain.
“Saat ini informasinya mereka sudah membuka pendaftaran bagi peserta didik baru tahun ajaran 2023/2024 sebagai awal berjalan sekolah. Tapi coba kroscek lagi ke mereka soal itu. Yang pasti rencana bangun sekolah di lantai V itu mungkin benar adanya,” tegasnya.
Karena itu, sumber tersebut minta Pemkot Ambon dalam hal ini Penjabat Walikota Ambon dan Komisi I DPRD Kota Ambon agar melihat masalah tersebut secara serius, dengan memanggil pihak manajemen rumah sakit agar urungkan niat membangun sekolah di lantai V rumah sakit.
“Supaya hal itu tidak terjadi, Penjabat Walikota dan DPRD harus gerak cepat panggil manajemen rumah sakit Siloam mempertanyakan rencana tersebut yang dirasa tidak tepat,” pintanya.
“Bila perlu minta mereka agar rencana tersebut urung dilakukan dan hanya fokus ke pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” sambungnya lagi. (MR-02)











Comment