by

Tahun Ini, Kota Ambon Targetkan Stunting Turun di 16 Persen

AMBON,MRNews.com,- Kota Ambon kembali menargetkan kasus stunting di tahun 2023 ini turun jauh di angka 16 persen dari yang saat ini ada di 21,1 persen, sesuai data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022.

“Sesuai data SSGI 2022, Ambon sudah turun angka stunting menjadi 21,1 persen. Kami berharap, mudah-mudahan di 2023 ini turun di angka 16 persen,” tandas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon Welly Patty di Ambon, Rabu (1/3/23).

Menurutnya, target turun di angka 16 persen di 2023 sangat realistis. Sebab sesuai target nasional turun di angka 14 persen pada 2024 dan dari dinas kesehatan (Dinkes) Maluku targetkan Ambon ada di angka 11 persen.

“2024 memang kita target turun jadi 11 persen, tapi kalau dibawah 12 persen jua lumayan sebenarnya, yang penting dibawah standar nasional 14 persen. Kita harapkan itu bisa tercapai,” jelas Patty.

Dikatakan Patty, untuk mencapai target penurunan stunting di 2023 dan 2024, butuh kolaborasi dari semua stakeholder tim percepatan penurunan stunting, dengan pendekatan sensitif dan spesifik, ada pencegahan dan pengobatan.

“Kita dan beberapa dinas terkait lebih ke pendekatan sensitif, sedangkan dinas kesehatan spesifik. Karena menyangkut ibu hamil, imunisasi, pemberian ASI. Saling membantu, bekerja keras. Sebab tanpa kolaborasi, sinergitas dan kerjasama, tidak mungkin stunting akan turun,” tegasnya.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut, sebut Patty, hari ini juga diberikan bantuan dari orang tua asuh stunting yang merupakan pejabat eselon II, III dan IV Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kepada anak stunting di Kota Ambon.

“Ini bantuan tahap ketiga. Bahkan pa Penjabat Walikota dan pa Sekkot pun memberi sumbangan. Dimana arahan keduanya pun jelas agar kami melihat hal ini dengan baik. Kami berharap dengan bantuan ini setidaknya bisa membantu anak-anak stunting di Ambon,” akunya.

Selain itu, sambungnya, akan ada penguatan kapasitas dengan refreshing kader, ada rapat koordinasi stunting di BKKBN dan lainnya. Termasuk optimalisasi program dapur sehat atasi stunting (Dashat).

Sebab menurunkan stunting, tidak saja lewat pemberian bantuan. Tapi bagaimana pemberian asupan atau makanan bergizi, program Dashat salah satunya.

“Maka kita harapkan kedepan di 50 Desa/Kelurahan, Dashat sudah ada. Sehingga makanan anak stunting itu dilihat, dijaga dengan baik,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed