AMBON,MRNews.com,- Pemerintah kota (Pemkot) Ambon memastikan akan melakukan pendampingan, pengawasan bahkan pembinaan terhadap seluruh petani untuk menekan batas residu pestisida dan pupuk organik yang menimbulkan E-colli karena itu dari hewan, agar penggunaan bisa sesuai batas-batasnya dan petani tidak dirugikan jika ditangani secara baik.
Hal ini ditegaskan sebagaimana arahan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah provinsi Maluku terhadap hasil uji laboratorium untuk beberapa produk sayur-sayuran di kota Ambon yang menunjukkan terdeteksi residu pestisida dan mirkroba e-colli, sehingga perlu lakukan pendampingan.
Sebagaimana diketahui, surat bernomor 521/789/DKP/VIII/2019 dari DKP provinsi Maluku tentang penyampaian hasil uji laboratorium tanggal 14 Agustus 2019 yang ditujukan kepada kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan (DPKP) kota Ambon cq kepala bidang ketahanan pangan terhadap beberapa produk sayuran antara lain bayam merah, kangkung, sawi, terong ungu, terong hijau dan selada yang samperlnya diambil dari kebun milik La Adong di Desa poka, Erwin Desa Airlouw serta Yanto (KRPL) di Dusun Taeno hasilnya terdeteksi residu pestisida dan mirkroba e-colli, maka perlu lakukan pendampingan.
“Kita telah disurati DPKP Maluku tentang hasil uji lab. Ini bukan sesuatu yang baru. Artinya surat ini tidak dimaksudkan meminta DPKP kota lakukan penelitian lebih lanjut, tetapi untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap hasil lab ini dan Pemkot akan lakukan pembinaan, pendampingan dan pengawasan tentunya. Hasil lab-nya terdeteksi residu pestisida dan mirkroba e-colli tapi masih berada pada ambang batas untuk dikonsumsi. Ambang batas yang kita bisa konsumsi dan tidak bisa dikonsumsi adalah 0,1 dan 1, dimana hasil lab 0,058,” tukas Wakil walikota Ambon Syarif Hadler kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (19/9/19).
Dengan demikian kepada seluruh masyarakat kota Ambon Wawali berharap hasil lab itu tidak menjadi momok sebab seluruh sayur-sayuran itu aman untuk dikonsumsi asalkan melakukan langkah-langkah yang mengedepankan kebersihan dan kesehatan. Dan kepada para petani tidak perlu khawatir, panen terus sayur-sayur yang perlu dipanen kemudian dipasarkan agar bisa dibeli dan dikonsumsi oleh masyarakat.
“Hal paling menarik bahwa sayur-mayur yang disebutkan dalam pemberitaan seluruhnya sudah dipanen dan dikonsumsi masyarakat dalam bulan Agustutus hingga sekarang. Kalau itu terjadi ada indikasi E-colli dan residu pestisida. Atau residu pestisida mungkin dia punya dampak perlahan dan butuh waktu yang cukup panjang, tapi E-colli setelah dikonsumsi akan butuh waktu beberapa jam itu langsung reaksinya mulai terasa. Tetapi ini di Agustus bahwa sebelum penelitian dilakukan, masyarakat sudah konsumsi sayur-sayur itu. Maka sekali lagi kita tegaskan semua jenis sayur yang diberitakan aman untuk dikonsumsi,” kunci Wawali. (MR-02)











Comment