AMBON,MRNews.com,- Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru menilai, bagi sektor perdagangan, bulan puasa adalah momentum peningkatan konsumsi dan transaksi yang berdampak pada kelangkaan stok dan harga yang kadang sulit diprediksi. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, maka pasar murah sebagai salah satu program yang bersifat aksi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon demi menjaga stabilisasi harga berbagai kebutuhan pokok hingga lebaran tiba.
“Melalui pasar murah, uluran tangan Pemkot Ambon dapat dirasakan masyarakat kecil secara tidak langsung melalui subsidi harga barang pokok yang ditawarkan. Sehingga di kesempatan bahagia ini, saya ajak basudara warga kota, mari kunjungilah pasar murah dan manfaatkan kesempatan ini. Harapannya, semoga kehadiran pasar murah ini dapat membantu masyarakat kecil selama Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H,” kata Latuheru saat membuka pasar murah yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di Dusun Kate-kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kamis (31/5/2018).
Pasar murah menurut Latuheru, adalah event penting yang selalu dinantikan karena dirasa membawa berkah tersendiri apalagi ditengah kesiapan menyambut hari raya Idul Fitri. Selain itu, pasar murah juga tindakan nyata pemerintah untuk membantu masyarakat kecil karena harga yang diberlakukan lebih rendah dibanding dengan harga yang berlaku baik di pasar tradisional dan pasar modern.
“Pengalaman membuktikan, kegiatan ini diminati masyarakat terlebih bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang merasa memiliki kemampuan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok. Sehingga Pemkot Ambon setiap tahunnya, menggelar pasar murah khusus saat ini bagi masyarakat yang akan merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah,” tukasnya.
Hal ini tambah Latuheru, mencerminkan dukungan Pemkot Ambon guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang selanjutnya berkontribusi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Apalagi pasar murah dipandang upaya mewujudkan “Ambon Sejahtera”, berawal dari penguatan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan masyarakat, menyediakan lapangan kerja , membuka kesempatan kerja sehingga dapat menurunkan tingkat pengangguran.
“Model penanganan ini dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah dengan harapan dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi masyarakat yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak yang berpenghasilan rendah,” demikian Latuheru.
Sejumlah distributor yang terlibat dalam pasar murah tersebut diantaranya Perum Bulog Divre Maluku, CV Makmur Jaya, UD Bahagia, Hypermart Maluku City Mall (MCM) dan lainnya. Harga Sembako yang dipasarkan pun turun dari pasar modern dan pasar tradisional. (MR-05)


