by

Pansel Sekkot Tinggal Tunggu Nama Utusan Pemprov

AMBON,MRNews.com,- Komposisi panitia seleksi (Pansel) sekretaris Kota (Sekkot) memasuki tahap finalisasi untuk diabsahkan, setelah utusan nama dari pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku masuk ke Walikota.

Pasalnya, hingga kini siapa yang mewakili Provinsi masuk dalam Pansel belum diterima Pemkot, guna melengkapi komposisi yang diperkirakan sebanyak tujuh (7) orang dari berbagai unsur. Padahal seleksi sudah mesti berjalan karena sisakan tiga bulan efektif.

“Pansel Sekkot sudah ada, cuma kita lagi tunggu nama personil dari Pemprov. Itu saja. Komposisi diluar itu seluruhnya sudah ada,” tandas Walikota Ambon Richard Louhenapessy usai syukuran HUT ke-446 Kota Ambon di pelataran Balaikota, Selasa (7/9).

Setelah nama utusan Pemprov masuk, kata Louhenapessy, selanjutnya akan berproses dengan penetapan Pansel yang diterbitkan melalui surat keputusan (SK).

Soal siapa yang akan memimpin Pansel Sekkot nantinya, dirinya belum bisa pastikan, sebab SK belum ada. Namun tetap Pansel mewakili unsur-unsur terkait seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, ASN pusat dan daerah.

“SK belum ada, bagaimana beta mau tahu siapa ketua. Nanti kita tunggu saja prosesnya,” kata politisi partai Golkar itu.

Lebih lanjut kata Walikota, Pansel sama sekali tidak berpengaruh dengan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang belum defenitif, karena masih dijabat pelaksana harian (Plh).

“Tidak. Sebab Sekda punya jabatan sudah ditetapkan kapan berakhir. Nah kenapa kita ambil utusannya dari sekarang, supaya ketika Sekda berakhir, tidak ada lagi kefakuman posisi. Itu yang beda dengan seleksi pimpinan OPD,” tegasnya.

Diakuinya, jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon yang saat ini diduduki A.G Latuheru akan berakhir 1 Desember 2021 mendatang. Maka Pemkot tentu mempersiapkan prosesnya sesuai dengan aturan.

“Proses ini bahkan sudah mendapat persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed