by

Walikota Minta Aplikasi “Smart Proklim” & “Si Marinyo” Tak Sekedar Launching

AMBON,MRNews.com,- Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena meminta pimpinan OPD terkait agar tidak sekedar melaunching aplikasi “Smart Proklim dan Si Marinyo”, tapi harus diimplementasikan dalam pelayanan publik dan perbaikan roda pemerintahan.

Hal itu disampaikannya saat melaunching kedua aplikasi yang jadi proyek perubahan (Proper) Kadis Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Alfredo Hehamahua dan Kadis Kominfo-Persandian Ambon Joy Adriaansz itu di dua lokasi berbeda, Senin (5/12).

“Jadi bukan hanya sebatas launching tapi dapat diimplementasikan secara baik agar berdampak, bermanfaat bagi masyarakat selain dalam menjawab isu dan kondisi terkini tapi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Terkait Smart Proklim, Wattimena akui,
dibutuhkan kerjasama semua pihak guna mewujudkan kemampuan menghadapi perubahan iklim. Maka di lima Kecamatan di Kota Ambon, telah ada 22 kelompok Proklim dan keberlanjutan program ini sangat penting dalam edukasi dan mitigasi perubahan iklim masyarakat.

“Pemkot Ambon akan fasilitasi kelompok Proklim yang sudah ada dan mendorong terbentuknya kelompok Proklim baru di Desa/Kelurahan, sehingga kerja bersama ini semakin mudah. Makin banyak masyarakat yang terlibat dapat meminimalisir potensi perubahan iklim di kota Ambon,” jelasnya.

Lebih jauh tambahnya, pemerintah dan stakeholder lainnya termasuk masyarakat
bisa lakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, dengan mengacu 3 K (Konsep, Kerjasama dan Konsistensi).

Di kesempatan terpisah, Wattimena mengapresiasi kerjasama yang terbangun dengan Unika Soegijapranata Semarang untuk peluncuran aplikasi “Si Marinyo”.

“Saya harap seluruh proses pengembangan sistim tanggap dini pencegahan konflik berbasis budaya dan kearifan lokal melalui media komunikasi (Si Petani Pelik) dan aplikasi Si Marinyo akan dapat terlaksana dengan baik dan bermanfaat secara luas,” harap Sekretaris DPRD Maluku itu.

Semua inovasi-inovasi, aplikasi yang dilakukan sebenarnya akui Wattimena dalam upaya untuk mendukung Ambon smart city (kota pintar). Sebab hasil evaluasi bersama Kementerian, proses Smart City sudah luar biasa.

“Ambon termasuk salah satu kota yang dalam evaluasi itu dinilai sangat baik. Saya harap ini terus dipertahankan, ditingkatkan lewat inovasi yang kita buat dengan mengarah pada Ambon digitalisasi. Maka ini harus jadi perhatian OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik,” kunci Wattimena.

Diketahui, aplikasi “Si Marinyo” Sistem Manajemen Data dan Informasi Terintegrasi dan Mengayomi) dan Smart Proklim (Strategi Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Keberlanjutan Program Kampung Iklim). (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed