AMBON,MRNews.com,- Jarak antara Manokwari Provinsi Papua Barat dan Kota Ambon Provinsi Maluku lewat jalur laut 727 km atau 393 mil laut.
Namun rentan waktu jauh itu tak jadi halangan bagi club motor trail Touring Suka-suka (TSS) yang tergabung di KTM (Komunitas Trail Manokwari) untuk jelajahi Pulau Seram (Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat) dan Kota Ambon untuk pertama kalinya, usai menempuh jalur laut dari Kota Sorong.
Dengan motor trail, tim dibawah komando Dance Christian Nepa Bureni dan 6 personil yaitu Anthonie Timisela, Muhamad Ali, Rustam Malawat, Reza Virgian, Yosep Burwos dan Klinten Ukru, dari seharusnya 20 anggota. 13 orang lainnya berhalangan.
Tidak mudah untuk sampai ke Ambon. Sebab butuh perencanaan, informasi yang jelas dan matang. Semua dijalani. Tim start dari Manokwari tanggal 13 Februari ke Sorong Provinsi Papua Barat Daya.
Perjalanan ditempuh kurang lebih 12 jam dengan jalur yang masih tanah dan sudah aspal. Hitungannya, jika tidak berhenti
untuk istirahat, cukup butuh waktu 9-10 jam. Sehari di Sorong dipakai untuk istirahat dan persiapan keberangkatan.
“Sorong-Manokwari kita sudah tahu medannya. Kalau Seram kan kita belum tahu. Jadi memang butuh persiapan,” cerita Dance, ketua club TSS kepada media ini di Ambon, Selasa (21/2).
Dilanjutkan, pilihan perjalanan ke Ambon karena adanya program Presiden Joko Widodo yaitu tol laut yang menghubungkan seluruh Nusantara. Kebetulan ada hubungan kapal dari Sorong ke Seram.
“Dari berbagai informasi yang kita gali dan bantuan informasi dari teman-teman di Gang Coker Kudamati yang akurat, maka kita jalan. Kita sudah hitungan dengan kapal Kalabiah. Itu salah satu kapal yang jalankan program Tol Laut. Jadi ada tidaknyaa penumpang, jadwal keberangkatan tetap jalan,” jelasnya.
Perjalanan menyebrang dengan kapal ke Pelabuhan Wahai Kabupaten Maluku Tengah 2 hari, transit di Fak-Fak. Artinya tiba Jum’at, 17 Februari.
Touring berlanjut dari Wahai lintasi Pulau Seram termasuk lewati Gunung SS hingga tiba di pelabuhan Waipirit Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Tim nginap semalam, besoknya baru menyebrang dengan kapal Ferry ke Liang.
Dengan bekal informasi yang sudah dikantongi, touring tak langsung masuk Kota Ambon. Namun melintasi kawasan Jazirah Salahutu dan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yang memiliki banyak spot wisata alam, budaya dan sejarah barulah berakhir di Ibukota Provinsi Maluku.
“Memang ada beberapa kontak untuk pertemuan dengan teman-teman, tapi mungkin waktu tidak pas, jadi kita memilih habiskan keliling kota Ambon dulu. Sebagian besar sudah kita jelajah, kunjungi spot-spot wisata Kota Ambon,” ulasnya.
Selama touring itu, akui Dance, pihaknya tak banyak singgah. Kecuali karena capek dan isi BBM, selain itu tetap jalan. Bahkan tak ada tantangan berarti yang didapati, jalanan Pulau Seram, Maluku Tengah dan Kota Ambon berhasil “dilahap” habis.
“Tantangan pasti ada selama perjalanan, tapi biasa lah. Namanya touring kan kita selalu bersama-sama, jadi kalau ada trouble pasti bisa ditangani. Kalau soal medan, lumayan. Tanjakan SS, medannya cukup menantang. Banyak tikungan, naik dan turun,” bebernya lagi.
Tujuan ke Ambon selain untuk menikmati alamnya, tetapi tambah Dance, pihaknya ingin menebar pesan bagi komunitas motor trail di Ambon, agar dapat manfaatkan program tol laut untuk juga touring ke Papua Barat dan Papua Barat Daya, menikmati alamnya yang juga indah.
“Transportasi untuk pencinta touring ini sudah disediakan pemerintah. Tentu harapan kami kedepan, program ini bisa dilanjutkan Presiden pasca Jokowi untuk pencinta touring bisa keliling Indonesia,” harapnya.
Club TSS yang terbentuk sejak dua tahun lalu dengan anggota dari beragam profesi yaitu swasta, pengusaha dan pegawai ini pun berkomitmen, touring keluar Papua dalam hal ini Kota Ambon, bukan yang terakhir, tapi awal.
“Kita merupakan salah satu club touring di Manokwari yang pertama keluar Papua, dengan melewati dua Provinsi, Papua Barat Daya dan Maluku,” ungkapnya.
Kedepan akui Dance, club sudah punya program touring ke kota dan Pulau lain di Indonesia, utama diluar Papua. Pengalaman pertama ke Ambon akan dijadikan sebagai motivasi untuk rencana berikutnya.
“Setelah Ambon, kita tinggal persiapan matang untuk rencana touring lanjut ke Trans Sulawesi. Memang kita jalan bukan satu dua orang tapi berkelompok jadi butuh dana juga. Maka mungkin ada persiapan khusus untuk itu. Sebab dana kita mandiri dan dari donatur,” pungkasnya. (MR-02)











Comment