by

Kuti Kata; TANGANG BARSIH (Kej. 30:25-36)

AMBON,MRNews.com,- “Seng tau karja pancuri tulang” (=tidak tahu bekerja yang tidak jujur) merupakan watak dari orang yang “tangang barsih” (=bersih tangannya).

Mereka bekerja “bukang par makang” (=bukan untuk mengejar makanan) melainkan “karja par panghidopang” (=bekerja demi kehidupan). Jadi “karja batul-batul, deng sungguh-sungguh” (=kerja yang benar, dengan disiplin tinggi), “bukang cuma kore-kore tanah par kas kotor tangang sa” (=bukan hanya sekedar mengotori tangan).

Orang yang “tangang barsih” tidak bekerja “par diri sandiri” (=untuk dirinya), tetapi “batanang par anana cucu eso lusa” (=menanami kebunnya untuk anak cucunya kelak).

Orang yang “tangang barsih” bukan tipe “karja makang puji” (=bekerja untuk sekedar mendapat pujian) karena mereka “seng cari muka” (=tidak ingin dipuji), sebab kadang yang seperti itu “karja asal jadi” (=kerja tanpa target yang jelas).

Orang yang “tangang barsih” itu “karja yang batul-batul karja” (=kerja yang benar-benar bekerja). “Dong karja deng kaki tangang ampa, bukang deng mulu” (=mereka bekerja dengan seluruh dayanya, bukan berkoar dengan mulutnya).

Jadi “dong tar pi dudu tanding la carita tar maso-maso akal” (=mereka tidak duduk santai dan membicarakan hal yang tidak masuk akal).

Kalau pun mereka bekerja pun “dong mulu seng aringang par carita par orang sakampong” (=mulut mereka pun tidak ringan membicarakannya kepada orang sekampung).

Orang yang “tangang barsih” itu “karja tado-tado sa mar hasil tambong” (=bekerja dalam diam tetapi hasilnya besar).

“Seng sama orang yang kaget dapa karja ka jabatan” (=tidak sama dengan orang yang gila kerja dan jabatan) lalu “konto lai mar dia pi hogor akang par orang sakampong” (=kentut pun diceritakan untuk orang sekampung), “konci rekeng, rumah tangga pung cili garang lai orang birman samua tau” (=akhirnya, hal rahasia dalam rumah tangga pun diketahui tetangganya).

Orang yang “tangang barsih” itu “berkat koliling” (=berkatnya ada di banyak tempat). Dia sampai di mana saja, “berkat ada” (=ada berkatnya).

Har’ mandag, 28 Juni 2021
Pastori Ketua Sinode GPM Jln Kapitang Telukabessy-Ambon
Elifas Tomix Maspaitella (Eltom). (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed