by

Kuti Kata; JANG BARINGING (Kej. 3:1-19)

AMBON,MRNews.com,- “Jang baringing barang yang bukang pung” (=jangan mengingini sesuatu yang bukan milik kita), apalagi jika sesuatu itu “su larang par jang sonto” (=telah dilarang untuk tidak disentuh). Karena jika “tinggal baringing”, “salah jaga mout loko” (=bisa kena celaka/mati).

Dalam masyarakat kita sudah ada barang atau tempat yang “jang coba par sonto” (=jangan coba-coba disentuh), karena itu “bukang katong pung. Itu orang pung” (=bukan milik kita. Milik orang lain).

Jadi “jang mata lia la hati galojo” (=jangan dilihat lalu timbul kerakusan dalam hati).

Apalagi jika telah ada “hawear” (=tanda sasi di Kei) atau “matakao” (=tanda larangan/pengingatan bahwa tempat itu tidak boleh dimasuki), dan jika telah melihat tanda-tanda itu tetapi “tinggal baringing” (=tetap mengingini) maka “tanggong dosa sandiri jua” (=tanggunglah dosamu sendiri), “jang su dapa susah la kas salah orang” (=jangan sudah kena susah lalu menyalahkan orang lain).

“Tagal tabiat kas salah orang laeng nih akang malakat di badang” (=karena perilaku yang suka menyalahkan orang lain ini sudah menyatu dalam hidup), maka selalu saja “tuduh orang iko suka” (=menuduh orang lain sesukanya).

Ini kebiasaan orang yang “tar mau mangaku dosa” (=tidak mau mengakui perbuatan salah/dosanya). “Lebe-lebe lai la kas salah Antua” (=bisa juga menyalahkan Tuhan).

Supaya semuanya tertib dan “tar ada yang langgar batas” (=tidak ada yang melanggar aturan) maka “jang baringing”.

“Samua hal di dunya nih bisa Ale makang, mar kalu ada apapa yang su dapa larang, jang sonto lai” (=semuanya bisa dimakan, tetapi yang sudah dilarang, jangan menyentuhnya).

“Musti balajar tahang hati sadiki” (=harus belajar menahan hati). “Kalu mau lia, lia sa, mar jang lia la hati nai-nai” (=jika mau dilihat, lihatlah, jangan timbul kerakusan dalam hati). Apalagi jika “iko penghasutan” (=membiarkan diri dihasut/digoda).

“Yang macang itu, untung jalang setang menang” (=yang seperti itu, setan menang). Jika “setang menang” (=setan yang menang) maka “dunya tabula bale sudah” (=hancurlah dunia).

“Jadi kalu seng mau setang untung, jang baringing” (=jadi jika tidak mau setan menang, jangan mengingini).

Ahad, 27 Juni 2021
Pastori Ketua Sinode GPM Jln Kapitang Telukabessy-Ambon
Elifas Tomix Maspaitella (Eltom). (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed