Bupati Buru Serahkan SK Camat Waeapo.

NAMLEA,MRNews- Kepala Kecamatan Waeapo Dadang, SE, secara resmi menerima penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Bupati Buru, Ramli I Umasugi beberapa hari lalu.

Penyerahan resmi SK Kepala Kecamatan Waeapo itu berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Waeapo selain dihadiri Bupati Buru, juga dihadiri Pimpinan SKPD berserta staf, Kapolsek Waeapo berserta staf, Para camat Kecamatan Lolong Guba, Waelata, Teluk Kaiely, Para Kades, Tokoh Agama,Pemuda dan Tokoh Masyarakat serta undangan lainnya.

“ camat yang baru diharapkan dapat berkerja dengan baik dan bahu membahu dengan masyarakat yang ada dingkungan saudara, karena Waeapo merupakan lumbung padi Rekaveri ekonomi Maluku dewasa ini” pinta Umasugi. .

Ditambahkan, Pemda Buru sudah mengagedakan proyek bronjong untuk mengantipasi derasnya air hujan yang akan mengancam hasil pertanian dan proyek tersebut adalah proyek dari Pemprov Maluku.

“Selain Saya meneyerahkan SK Kepala Kecamatan Waeapo, Kami juga telah memekarkan Dusun Rawamangun menjadi Desa defenetif  sekaligus menyerahkan SK Pejabat Kades persiapan dan tentunya wialayah dataran Waepo kedepan kita perluaskan baik itu penambahan dari Dusun menjadi Desa maupun memperluas hasil garapan sawah petani” Kata Umasugi.

Ditegaskan, untuk tahun 2018 ini, Kabupaten buru mendapat jatah pembangunan bendungan terbesar di Maluku yang akan membantu mengairi persawahan di Dataran Waeapo dengan anggaran berkisar Rp 2,6 Triliun . Saat ini persawahan yang ada didataran Waeapo berjumlah kurang lebih 10-12  Ribu Hektar.

“ila bendungan ini sudah rampung dan difungsikan maka pencetakan lahan sawah akan bertambah dalam Satu tahun bisa Tiga kali musim Panen, bahkan lahan tidur saat ini masih ada ratusan hentar yang belum digarap, karena terkendala dengan minimnya irigasi, olehnya itu Bendungan ini juga dapat mengahasilkan tenaga Listrik terbesar 6 Mega Watt yang dapat mampu mensuplay listri di Pulau Buru” Kata Umasugi(MK-06)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *