by

“Dilengserkan” dari Komut Bank Maluku-Malut, Sam : Jabatan itu Amanah

AMBON,MRNews.com,- Muhammad Armyn Syarif (Sam) Latuconsina resmi “dilengserkan” dari posisinya sebagai Komisaris Utama (Komut) Bank Maluku-Maluku Utara (Malut) usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Selasa (13/7).

RUPS luar biasa yang dihelat di Swissbell-hotel dipimpin Gubernur Maluku Murad Ismail sebagai pemegang saham pengendali bank plat merah itu, dihadiri kepala daerah di Maluku dan Malut selaku pemegang saham, dewan komisaris dan direksi, kecuali Sam Latuconsina yang “dicopot”.

Usai dicopot lewat RUPS luar biasa, Sam kemudian menulis catatan dilaman facebook miliknya. Dalam catatannya, mantan Wakil Walikota Ambon itu menegaskan jabatan merupakan amanah.

“Sebagai orang beriman, tentu saya menerimanya dengan lapang dada karena meyakini jabatan itu hanyalah amanah dan titipan sementara dan dapat diambil kembali kapan saja oleh Allah S.W.T. dengan sebab yang beragam sesuai realitas yang terjadi,” sebutnya.

Sama bersyukur ketika lewat RUPS sirkuler pada 28 April 2020, dirinya lantas ditetapkan sebagai Komisaris Utama dan Bank Maluku-Malut sebagai ladang pengabdian yang baru. Tentu saja dengan melewati berbagai persyaratan sesuai peraturan yang berlaku.

“Sejak diangkat sampai diberhentikan sebagai Komut, saya telah melaksanakan tugas dan tanggungjawab selama satu tahun 2 bulan 13 hari, yang seharusnya masa jabatan saya adalah 4 tahun sesuai keputusan RUPS waktu itu,” terangnya.

Selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab itu, Sam mengaku bekerja secara profesional dengan menegakkan prinsip-prinsip good corporate governance dan menjadikan OJK wilayah Maluku sebagai partner dalam usaha memajukan bank plat merah ini.

Banyak hal yang memang harus diperbaiki, mulai dari kondisi SDM yang masih kurang, baik secara kuantitas maupun kualitas, termasuk persoalan-persoalan lama yang masih menjadi beban bank plat merah ini.

“Ambil misal kasus pembelian lahan di Surabaya dan kasus REPO, masih maraknya fraud di cabang-cabang dan kredit macet yang berujung masalah hukum. Disamping itu, keberadaan yayasan-yayasan yang belum dikelola maksimal, hingga aset mangkrak dan perbagai persoalan klasik lain yang masih melilit bank ini,” urainya.

“Alhamdulillah, dengan niat dan kerjasama yang baik antar pengurus dan segenap karyawan PT Bank Maluku Malut, semua persoalan diatas mulai dapat diurai satu persatu,” sambung Sam.

Hal itu kata dia, dapat dibuktikan dengan kondisi Bank Maluku-Malut hari ini sebagai berikut, pertama; pencapaian kinerja Bank Maluku-Malut pada posisi 30 Juni 2021 menunjukan kinerja yang sangat baik dimana realisasinya melebihi target rencana bisnis bank.

Kedua; tingkat kesehatan bank berada di level 2/komposit 2, yang sebelumnya berada di level 3. Ketiga; pengurus Bank Maluku-Malut yang terdiri dari komisaris dan direksi sudah lengkap, masing-masing komisaris orang dan direksi empat orang. Hal seperti ini baru terjadi di tahun 2021.

Keempat; Grand Design Human Capital Management (GD-HCM) Bank Maluku Malut dipastikan akhir tahun ini sudah terealisasi sehingga dapat menjadi guide bagi pembenahan SDM Bank Maluku Malut.

“Tentu saya berharap sungguh kondisi bank Maluku Malut yang sudah baik ini harus tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan diwaktu mendatang,” harapnya.

Terhadap semua pencapain itu dan keputusan pencopotan dirinya, Sam
berterima kasih kepada seluruh pemegang saham PT. Bank Maluku Malut yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjabat Komut. Seraya memohon maaf atas kekhilafan yang telah dilakukan selama mejalankan tugas.

“Terima kasih kepada teman-teman komisaris, direksi dan segenap karyawan PT Bank Maluku Malut, atas kerjasamanya selama ini disertai permohonan maaf apabila ada salah baik disengaja maupun tidak. Tiada gading yang tak retak, kebenaran hanyalah milik Allah semata,” ungkapnya.

Diakhir catatannya yang cukup banyak mendapat respect positif dan apresiasi dari Netizen, Sam menitipkan pesan penting yang sarat makna mendalam.

“Jangan sekali kali kau gadai harga diri dan kebebasanmu hanya karena sebuah jabatan. Karena jabatan itu adalah amanah yang harus ditunaikan dengan penuh rasa tanggungjawab untuk kemaslahatan banyak orang bukan, untuk pengabdian kepada orang perorang. Sampai bertemu di ladang pengabdian lainnya,” tutupnya.

Sebelumnya, usai RUPS luar biasa, Gubernur Maluku Murad Ismail selaku pemegang saham pengendali saat dimintai keterangan perihal pencopotan Sam Latuconsina dari kursi Komut Bank Maluku Malut tidak membeberkan alasannya.

“Nggak (tidak-red) ada alasan (pencopotan Sam dari Komut-red),” singkat Murad didepan Swissbell hotel Ambon yang kemudian berlalu masuk ke mobil miliknya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed