AMBON,MRNews.com,- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi bersedia memfasilitasi pembicaraan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dengan Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Farida Moeloek terkait dengan kelanjutan hubungan sister city (kota bersaudara) Kota Ambon dan Vlissingen, Belanda di bidang kesehatan.
Namun, sebelum bertemu Menkes, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, Wendy Pelupessy bakal bertemu Konsil Kedokteran Indonesia guna membicarakan hal yang sama. Pasalnya bakti sosial kesehatan dipandang memberi dampak positif untuk masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya, namun harus memperhatikan aturan-aturan.
“Sebelum bertemu Menkes, hari Selasa depan, saya dan Kadis Kesehatan akan bertemu dengan Konsil Kedokteran Indonesia untuk membicarakan hal ini. Mengingat bakti sosial yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya namun dengan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku,” ungkap Walikota dalam rilisnya kepada media ini, Kamis (18/7/19) usai bertemu Menlu Retno Marsudi di Kantor Kemenlu RI.
Diketahui, hubungan kedua kota ini (Ambon dan Vlissingen) sangat intens dan positif dalam berbagai hal. Begitu banyak sektor kerjasama yang dilakukan, termasuk sektor kesehatan dalam bentuk bakti sosial pada beberapa tahun terakhir.
Terkait dikeluarkannya regulasi dari Kementerian Kesehatan bahwa untuk bakti sosial kesehatan tidak dibolehkan menggunakan tenaga kesehatan dari luar Indonesia namun dari Indonesia, Walikota mengakui, kondisi itulah yang membuat keberlangsungan bakti sosial Kota Ambon dan Vlissingen mengalami sedikit hambatan, karena tenaga kesehatan yang dipakai untuk bakti sosial dari Vlissingen.
“Kami menyadari sesungguhnya pemerintah Indonesia ingin melindungi dan memproteksi masyarakatnya, sehingga para tenaga medis yang akan bertugas di Indonesia harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan emerintah lewat Kementerian Kesehatan,” terangnya.
Selain persoalan itu, Walikota mengatakan, pertemuan bersama Menlu itu juga dibicarakan tentang Ambon Night Event yang akan diselenggarakan pada 25 Juli dan Konferensi Musik Internasional Melanesia pada bulan September mendatang. (MR-02)











Comment