by

Teluk Ambon Harus Dislamatkan Dari Sampah

-Kota Ambon-185 views

AMBON,MRNews.com,- Teluk Ambon saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja karena pencemaran terjadi dimana-mana. Bahkan sedimentasi, penebangan hutan mangrove dan sampah lima sungai terbesar penyumbang sampah ada di Teluk Ambon dan itu yang membuat Teluk Ambon seperti tempat sampah. Maka mesti ada langkah cepat, tegas dan strategis dari pemerintah segera menyelamatkan Teluk Ambon dari pencemaran termasuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan ke laut.

“Teluk Ambon saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja karena pencemaran terjadi dimana-mana. Sedimentasi, penebangan hutan mangrove dan sampah lima sungai terbesar penyumbang sampah ada di Teluk Ambon dan itu yang membuat Teluk Ambon seperti tempat sampah. Di Ambon yang bisa dijual hanyalah Teluk Ambon dan masyarakat tidak memperhatikan hal ini, pemerintah juga,” sebut ketua komunitas Mollucas Costalkcare Stefani T Salhuteru saat dijumpai dalam pameran festival teluk Ambon (FTA) tahun 2019 di Pattimura Park, Selasa (20/8/19).

Dirinya menilai, pemerintah punya aturan juga kurang tegas. Karena dari dulu masyarakat masih membuang sampah di sungai sembarangan dan berakhir di Teluk Ambon. “Kemarin kita ada talkshow dengan dosen perikanan dan hasil penelitian membuktikan mikroplastik di Teluk Ambon juga sudah mulai cukup banyak dan itu sangat berbahaya untuk ekosistem di laut khususnya ikan. Karena kita bisa konsumsi ikan yang memakan sampah plastik,” papar Salhuteru.

Dalam pameran ekonomi kreatif ini papar Salhuteru, pihaknya mengambil botol-botol plastik dari masyarakat dan juga mengambil penutup botol serta selalu edukasi ke anak-anak karena yang paling penting adalah generasi muda. “Itu bisa tahu tentang ekosistem dan bahaya sampah karena menurut kami generasi sekarang sudah mulai lupa apa itu mangrove, terumbu karang dan kalau tidak terus diedukasi maka anak-anak generasi di Maluku tidak bisa tahu tentang ekosistim yang sangat penting di pesisir Teluk Ambon,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga membuat kreasi, ada tuna dan ikan “poro bibi”, didalamnya ada tumpukan penutup galon. Ada pula foto-foto underwater ketika pihaknya mengangkat 9 kg sampah di pantai Laha dan ada lukisan yang dibuat kanvas alifuru yang ada ombak dibuat dengan penutup botol. “Nah ini yang edukasi kepada masyarakat kalau kita membuang sampah ke laut maka ikan akan makan sampah. Ini kenapa, karena kalau ada sampah maka pariwisata akan terganggu,” ujarnya lagi.

Bahkan tambah dia, Gubernur Maluku bersama Walikota Ambon saat kunjungi pameran saat pembukaan FTA, pihaknya sudah menyerukan untuk lima pintu air yang ada di lima sungai besar di kota Ambon diperhatikan sehingga sampah itu akan terjerat dan otomatis masyarakat harus terus diedukasi. “Kalau tidak ada sosialisasi dari pemerintah dan tidak ada pengawasan maka masyarakat akan membuang sampah terus,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed