by

Tak Sesuai Standar, Sekkot Janji Benahi
Ruangan Disdukcapil Ambon

AMBON,MRNews.com,- Ruangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon tidak sesuai dengan standar pelayanan publik. Hal itu sesuai hasil sidak yang dilakukan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse, Senin (27/12).

“Kemarin saya sudah sidak ke sana, dan saya sudah tegur Plt Kepala Disdukcapil, dan bilang kalau ruangannya tidak sesuai standar pelayanan publik,” kata Ririmasse di Balaikota, Selasa (28/12).

Olehnya itu, lanjut Agus, diawal Januari 2022 mendatang, dirinya telah mendapat tugas khusus dari Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, untuk melakukan pembenahan terhadap Disdukcapil.

“Selaku mantan Kepala Disdukcapil Kota Kupang, saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menata Disdukcapil, sehingga bisa memberikan pelayanan publik terbaik di Provinsi ini,”jelasnya.

Lebih lanjut Agus mengaku, dirinya akan berusaha merubah pola pelayanan yang saat ini, diterapkan di Disdukcapil Kota Ambon, agar bisa lebih terintegrasi dan memberikan kepuasan kepada masyarakat.

“Saya akan rubah pola pelayanannya. Pokoknya pelayanan di Disdukcapil harus terintegrasi. Pelayanan tidak boleh lama, masyarakat yang datang juga tidak boleh pulang kosong,” tegasnya.

Pelayanan terintegrasi yang dimaksud Agus, adalah, misalnya ada warga yang ingin mengurus akta kelahiran, berarti secara otomatis Disdukcapil harus memberikan juga Kartu Keluarga, dan Kartu Identitas Anak.

“Begitu juga kalau ada yang datang urus akta kematian. Setelah diurus jangan Disdukcapil berikan akta kematian saja, tapi juga kasih kartu keluarga baru. Sebab kalau sudah meninggal, pasti namanya sudah harus keluar dari KK,” papar Agus.

” Hal ini. Juga berlaku untuk kepengurusan KTP. Misalnya ada yang mau nikah, petugas Disdukcapil itu jangan hanya datang mengambil data administrasi, tapi harus datang semua dokumen kependudukan terkait,”jelasnya.

“Dokumen terkait itu seperti, kalau mereka sudah menikah, Disdukcapil harus berikan akta pernikahan, disertai KTP suami-isteri, KK Suami-isteri, kemudian KK untuk kedua orang tua pasangan yang menikah. Karena kalau sudah menikah, otomatis keluar dari KK lama,” tambahnya.

Itulah, lanjut Agus, yang dinamakan pelayanan terintegrasi, untuk menghindari antrian panjang masyarakat di Kantor Disdukcapil.

“Jadi urus satu kartu dapat tiga sekaligus,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed