by

Nama Wawali Ambon di Baliho Beda, BPJS-TK Ngaku Salah & Minta Maaf

AMBON,MRNews.com,- Baliho milik BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku yang terpampang di jalan Sultan Baabulah depan kawasan Masjid Al-fatah Ambon terlanjur viral. Sebab ada kesalahan fatal disitu.

Nama Wakil Walikota (Wawali) Ambon ditulis salah, seharusnya Syarif Hadler. Namun pihak BPJS Ketenagakerjaan masih gunakan nama mantan Wawali Ambon periode sebelumnya, Muhammad Armyn Syarif (SAM) Latuconsina di foto milik Wawali sekarang, berdampingan dengan Walikota Richard Louhenapessy.

Sontak kesalahan fatal itu pun disebarkan netizen di dunia maya. Sebab lokasinya yang tepat berada dipusat kota dan menarik perhatian warga kota termasuk perbincangan ASN.

Terhadap kondisi itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku Mangasa Oloan mengaku, terpampangnya baliho tersebut sama sekali tidak ada unsur kesengajaan pihaknya, murni sebuah kelalaian.

“Kesalahan itu murni kelalaian kami. Kami mohon maaf kepada Pemkot Ambon atas terjadinya hal itu. Baliho tersebut sudah kami turunkan, kami akan ganti dengan yang benar,” tandasnya kepada awak media di Balaikota, Jum’at (21/1/22).

Diakui Mangasa, baliho “bermasalah” itu baru Kamis (20/1) malam dinaikkan atau dipasang. Dan dirinya baru ketahui ada kesalahan dalam penulisan nama Wawali sebelum sholat Jum’at, yang langsung instruksikan baliho itu diganti.

Menurutnya, relasi dan kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon selama ini sangat baik, terutama dalam memberi perlindungan bagi 25 ribu para pekerja rentan di Ambon. Karenanya, BPJamsostek ingin mengapresiasi lewat baliho itu.

“Kami akui ini kesalahan kami. Sebab kami memberi pekerjaan ini kepada vendor di Makassar. Sebab mungkin pekerjaan begitu tinggi di Ambon dan kami meminta segera jadi, maka terjadilah copy paste nama Wawali. Mohon maaf sekali lagi, tidak ada unsur apapun,” jelas Mangasa.

Dirinya memastikan, kesalahan fatal ini tidak akan terulang lagi kedepannya. Dan menjadi pelajaran untuk koreksi penting, sebab awalnya sebelum baliho dipasang, tanpa koreksi.

“Saya akui tidak koreksi lebih awal. Ini kesalahan dan kelalaian saya. Saya hanya fokus ke tagline, tidak lihat dan koreksi yang lain. Baliho hanya di satu titik itu saja, tidak ada yang lain,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed