by

Semua Pihak Turun Lapangan Saat Operasi Pastikan Maluku Aman

AMBON,MRNews.com,- Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri menegaskan, untuk memastikan kondisi keamanan Maluku aman terkendali, semua pihak akan turun lapangan termasuk dirinya dalam operasi ketupat Siwalima 2021 dan operasi situasi Kamtibmas di Maluku.

“Semua akan turun lapangan untuk pastikan segala sesuatu berlangsung aman dan baik. Contohnya ledakan bom didepan Gereja Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, maka perlu waspada dengan tingkat kesiagaan tinggi khususnya di Maluku,” kata Kapolda saat memimpin rapat koordinasi kesiapan operasi ketupat Siwalima 2021.

Dikatakan Refdi, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku siap menjalankan operasi ketupat Siwalima 2021 Mei mendatang dan operasi situasi Kamtibmas di Maluku.

Karena itu, perlu melakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama Polres/ta jajaran serta pemerintah daerah (Pemda) Maluku diwakili Sekda Kasrul Selang, kepala dinas kesehatan Meykal Pontoh, kepala Disperindag Elvis Pattiselano, dan Kepala BPBD Hendri Far Far.

“Kegiatan ini pada tingkat Mabes biasanya dilaksanakan satu kali dalam setahun tetapi untuk tingkat Polda dilaksanakan tiga kali dalam setahun,” jelas mantan Kakorlantas Polri itu di Rupatama Polda Maluku, Kamis (15/4).

Sementara itu, Sekda Maluku Kasrul Selang mengatakan, dalam menghadapi Ramadan tahun ini, ada tiga hal utama dilakukan Satgas provinsi yaitu terkait kesehatan, sosial dan budaya.

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di Maluku akui Sekda, hingga saat ini, jumlah terkonfirmasi positif 7.460 dengan angka meninggal 115 orang. Adapun tingkat kesembuhan cukup tinggi yang dirawat juga mulai turun.

“Untuk kasus harian setiap minggu alami penurunan dan minggu-minggu terakhir yang paling tinggi tanggal 10 Januari 2021,” sebutnya.

Bila dibanding nasional sebut Kasrul, Maluku masih diatas. Sebab itu untuk menjaga agar tidak turun, strategi yang disiapkan salah satunya dengan dikeluarkannya panduan untuk menghadapi bulan suci Ramadan bagi daerah yang berada dalam zona merah.

Sementara mengenai vaksinasi, jelas Kasrul, pelepasan masker akan dilalukan jika sudah mencapai 75 persen orang yang melaksanakan vaksin.

“Untuk mudik, kita melakukan penataan di pintu-pintu masuk karena yang hanya bisa pergi orang yang melaksanakan perjalanan dinas dan harus disertai sprin tugasnya dan tes antigen. Surat keterangan ijin masuk (SKIM) akan diaktifkan kembali,” terangnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed