by

Piala Dunia Tak Lengkap Tanpa Timnas Belanda

AMBON,MRNews.Com.-Bukan lagi rahasia umum kalau mayoritas masyarakat Maluku adalah pendukung fanatik timnas Belanda. Fanatisme itu telah menjadi viral selama lebih dari 10 dekade terakhir persis ketika De Oranye, julukan timnas Belanda, tampil di gelaran Piala Dunia. Hubungan emosional di antara beberapa pemain timnas Belanda keturunan Maluku dengan penduduk di negeri leluhur mereka, Maluku, ternyata menjadi perekat kuat fanatisme orang Maluku terhadap timnas Belanda. Kebiasaan ini telah mengakar setiap kali penyelenggaraan Piala Dunia (FIFA World Cup) dan timnas Belanda ikut menjadi kontestan di dalamnya. Jika timnas Belanda berlaga dan mereka menuai kemenangan, bakalan petugas keamanan dan polisi lalu lintas di Kota Ambon dan wilayah-wilayah lain di 10 kota/kabupaten Maluku dibuat pusing tak karuan karena serius menjaga tak terjadi bentrokan dengan pendukung timnas-timnas lain. Beruntung, Piala Dunia 2018 di Rusia, timnas Belanda gagal tampil setelah dihentikan Swiss di penyisihan grup zona Eropa. Tapi, euforia Piala Dunia 2018 di Rusia tetap terasa hangat meski tanpa keikutsertaan timnas Belanda. Hanya saja, aura Piala Dunia kali ini tidak begitu gereget jika dibandingkan tahun 2010 dan 2014 di mana timnas Belanda ikut tampil dan sukses menjadi runner up dan peringkat ketiga. ’’Biar apa lai, kalau Piala Dunia tanpa timnas Belanda itu ibarat sayur tanpa bumbu penyedap,’’ kata para netizen pendukung timnas Belanda sebagaimana dikutip media ini, kemarin.

Meski timnya tidak berpartisipasi di Piala Dunia 2018, akan tetapi pendukung setia de Oranye tetap menggelar konvoi setiap kali timnas Brasil memenangi laga-laga yang telah dilakoni Selecao, julukan timnas Brasil. Dalam beberapa kali pawai kemenangan, ada saja pendukung timnas Belanda yang membentangkan bendera timnas Belanda bersama-sama dengan bendera timnas Brasil. (MR-03).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed