by

Perketat Pelaku Perjalanan, Keluar-Masuk Ambon Wajib Kantongi Kartu Vaksin & Swab-PCR Negatif

AMBON,MRNews.com,– Pemerintah kota (Pemkot) mengambil langkah tegas dan ekstrem merespons kondisi perkembangan COVID-19 yang alami lonjakan signifikan di Ambon dan Indonesia dengan memperketat aturan bagi pelaku perjalanan baik yang akan masuk maupun keluar pulau Ambon.

Dimana setiap pelaku perjalanan, jika dulu dari luar Maluku hanya melampirkan hasil Swab Antigen negatif, untuk sekarang ini pelaku perjalanan wajib lampirkan hasil Swab-PCR negatif disertai kartu vaksin bagi yang datang maupun keluar Maluku.

“Untuk didalam Maluku sendiri, bagi pelaku perjalanan yang hendak masuk atau keluar Ambon, harus melampirkan hasil negatif Swab Antigen dan kartu Vaksin ,” tegas Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat memimpin apel yustisi Pemkot Ambon di Balaikota Ambon, Sabtu (3/7).

Aturan ini kata Louhenapessy, diterapkan dan perketat pasca tercatat 96 orang per kemarin 2 Juli di Ambon kembali lagi terkonfirmasi positif Covid-19, yang membuat angka kasus meninggi mencapai 606 jiwa dan 90 meninggal.

Karena itu, lanjutnya, Pemkot akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Pemerintah Kabupaten Kota di Maluku serta pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sehingga bisa maksimal dalam penegakan.

“Segera kita lakukan koordinasi dengan Pemprov, Pemerintah Kabupaten/Kota se Maluku, dan pihak KKP, agar kebijakan ini dapat segera diterapkan. Situasi tidak lagi mengijinkan kita untuk berleha-leha, semua tegas dan ketat,” tandasnya.

Kebijakan yang diambil Pemkot tentunya akui Walikota, akan mendapat respon beragam dari publik. Namun tidak ada jalan lain, selain perketat aturan dan ini suatu keharusan demi kebaikan bersama.

“Dengan segala resiko yang tidak populer akan kita terima atas kebijakan yang ditempuh, tidak apa-apa. Ini demi kebaikan dan kesehatan kita bersama. Daripada kita lengah, dan kita dan masyarakat yang harus memikul beban ini,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Louhenapessy juga mengingatkan para petugas satuan tugas (Satgas) yang bertugas di lapangan untuk menjadi pioner dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang lebih ketat ditengah masyarakat.

“Saya minta tim Satgas gunakan masker dua lapis atau double. Sebab sesuai hasil penelitian, varian baru COVID-19 mampu menembus masker, jika yang kita pakai hanya satu lapis. Maka Satgas juga harus menjaga dan melindungi diri,” pintanya.

Lebih lanjut tambahnya, terhitung mulai hari ini, oleh Presiden Joko Widodo telah diberlakukan penerapan PPKM Darurat diwilayah Jawa dan Bali. Karena lonjakan peningkatan kasus terkonfirmasi di Indonesia mencapai 2 juta orang per hari.

“PPKM Darurat di Jawa dan Bali, bukan berarti kita di daerah tidak kena imbas. Semua memiliki korelasi yang kuat. Kalau kita lengah dan orang-orang dari luar semisal Pulau Jawa masuk kesini, kita bisa terima imbas tidak baik, jika kita tidak perketat penjagaan disini,” pungkasnya. (MR-02/MC)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed