AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), untuk paruh pertama tahun 2018 ini, yaitu bulan Januari sampai April, sudah tercatat 346 ribu penumpang (wisatawan) mengunjungi Maluku melalui Kota Ambon. Padahal, bila dibandingkan dengan tahun 2017 di paruh pertama, hanya 297 ribu penumpang.
“Artinya ada peningkatan kunjungan orang luar/wisatawan ke Maluku, dalam hal ini lewat kota Ambon. Paruh pertama 2018 mencapai 346 ribu, meningkat dibanding 2017 hanya 297 ribu,” tandas Walikota kepada media di Ambon, Senin (30/4).
Hal ini meningkat menurut Walikota, salah satu faktor karena Kota Ambon telah sukses menjadi tuan rumah beberapa event nasional dan dampaknya luas ke nusantara, melalui akses informasi yang langsung maupun melalui media-media dengan pemberitaan positif. Beberapa diantaranya tuan rumah Kongres HMI, Konferensi Musik Indonesia (KAMI), HUT Damkar. Juga karena kondisi Ambon yang aman.
Karena itu, kata Walikota pihaknya berobsesi untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal dalam berbagai aspek, sehingga banyak orang dari luar Maluku berhasrat selalu berhasrat mengunjugi kota Ambon. Apalagi dengan gencarnya mengkampanyekan Ambon menuju kota music dunia tahun 2019 dan Ambon sebagai salah satu kota tujuan wisata tahun 2020, melalui sejumlah event music, pariwisata dan seni lainnya.
“Beberapa waktu terakhir ini, pemerintah pusat lewat Kementerian Pariwisata, memberikan perhatian ekstra buat provinsi Maluku termasuk kota Ambon didalamnya. Kenapa, karena di tahun 2017 penumpang yang menggunakan jasa penerbangan pesawat, masuk ke Maluku melalui Kota Ambon tercatat 1.190 ribu orang. Belum lagi di 2018. Ini tentu harus kita jaga,” papar Walikota.
Dengan demikian, bukan saja pemerintah Kota Ambon, tetapi tambah Walikota, obsesi pemerintah Provinsi juga, tahun 2018 paling tidak akan mendapat kedatangan para tamu dari luar, khususnya wisatawan domestik sebanyak 25 ribu orang dan wisatawan mancanegara (Wisman) 150 ribu orang. Tentu lewat kurang lebih 23 event pariwisata yang akan tergelar di Maluku didalamnya Kota Ambon secara terencana.
“Tentunya kalau ini masuk, pengunjung/wisatawan tentu butuh kepastian dalam sebuah komunikasi antar pulau, antar tempat. Dan itu sudah dibuktikan sejumlah pihak dengan memberi kepastian salah satunya Siong, dengan menyediakan akses transportasi laut miliknya,” demikian Walikota. (MR-05)
