AMBON,MRNews.com,- Beberapa musisi kota Ambon dari berbagai genre musik memanfaatkan kedatangan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk mengungkapkan isi hatinya alias curhat ke orang nomor satu di kota ini dalam sharing session dan hiburan malam live music di LesMollucans Multiculture Cafe and Bar, Mardika, Jumat (22/3/19) malam.
Sharing session dan live music adalah rangkaian dari kegiatan komunitas kreatif, Bangsa Karya bertajuk kalesang kota. Yang sebelumnya juga bekerjasama dengan pemerintah kota Ambon melakukan bakti sosial (Baksos) di sepanjang jalan Mutiara, Mardika, Jumat (22/3) pagi.
Dalensz, musisi Reggae di hadapan Walikota memberi apresiasi karena orang nomor satu di Ambon itu bisa jumpai musisi dan nikmati live music. Aspirasinya yakni musisi Reggae kurang mendapat perhatian pemerintah kota selama ini, padahal bicara Ambon kota musik dunia tak hanya genre pop, jazz tapi Reggae pun jadi bagian. Juga, musisi Reggae meski memang sedikit di kota Ambon tapi juga jarang diberi ruang oleh pemerintah pada setiap event yang terlaksana. Padahal jika intens diberi, tentu musik ini dan musisi akan berkembang.
Senada, musisi muda Hip Hop, Michael Ruhulessin mengaku, ruang atau supporting yang diberi Pemkot ke semua musisi kurang, hanya untuk sebagian saja. Belum lagi, event jalan tapi banyak hadirkan musisi luar.
“Event Pemkot harus diperbanyak dan libatkan semua musisi daerah. Tidak perlu tiap event pakai musisi luar, anak daerah punya potensi lebih yang bisa ditampilkan, hanya kurang di promosi. Sarana prasarana bagi musisi kalau bisa juga disupport Pemkot, serta minimal apresiasi/award diberi tiap bulan/tahun bagi musisi yang sudah harumkan nama daerah. Lebih dari itu, karya musisi perlu dihasilkan terus agar meyakinkan Pemkot,” tukasnya. 
Menanggapi curhatan musisi, Walikota mengapresiasi, karena dinilai perjumpaan ini sangat baik bagi pemerintah dan musisi. Bahwa masukan-masukan itu akan ditampung dan nantinya didrive penuh oleh Ambon Music Office (AMO), sebagai kantor yang dibentuk Pemkot khusus untuk proses mewujudkan Ambon kota musik dunia dan menangani musik seluruhnya, Pemkot hanya fasilitator. Sebab, komitmen Pemkot menjadikan musik tak sekedar hobi, tapi ekonomi kreatif yang menghasilkan uang.
“Saya lihat beberapa musisi bagus. Tapi harus terus belajar, mengembangkan diri dan buat merek/brand sendiri lewat hasil karya dihasilkan. Sehingga posisi tawar bisa tinggi, itu kuncinya. Apresiasi bagi musisi berprestasi, paling tidak nanti tiap tahun di HUT Kota. Komitmen Pemkot, setiap event kita support lewat dinas pariwisata dan ada dananya. Bisa komunitas ajukan proposal. Ada lokasi jadi alternatif orang menikmati musik di pengeringan Air Salobar dan Amahusu, selain Pattimura Park yang kita rancang, nama musisi lawas yang berkontribusi bagi Ambon, Maluku akan dipampang disitu sehingga orang bisa kenal dan termotivasi,”demikian Walikota. (MR-02)












Comment